KORMI Kabupaten Bekasi Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih di Serang Baru

  • 07 Sep 2026 00:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyaluran air bersih didampingi pihak Kecamatan Serang Baru dan BPD Desa Sukasari.
  • Bantuan air bersih diharapkan bisa memenuhi sekitar 400 kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan di musim kemarau.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bekasi menyalurkan 24 ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan. Tepatnya di Kampung Babakan RT 013/RW 006, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jumat, 4 September 2026.

Ketua KORMI Kabupaten Bekasi, Ratu Arisdiana mengatakan, penyaluran air bersih didampingi pihak Kecamatan Serang Baru dan BPD Desa Sukasari. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi untuk menentukan titik penyaluran air bersih tersebut.

"Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen KORMI Kabupaten Bekasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama yang tengah menghadapi kesulitan air bersih pada musim kemarau ini, air bersih ini sudah siap minum," katanya, melalui keterangan persnya, Minggu, 6 September 2026.

Menurutnya, bantuan air bersih diharapkan bisa memenuhi sekitar 400 kepala keluarga. Yang saat ini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat kemarau panjang.

"Alhamdulillah hari ini kami membawa tiga tangki air bersih siap minum, sehingga dapat meringankan kebutuhan warga. Terutama untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mencuci, dan mandi," katanya.

Pihaknya mendorong adanya solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi selaku perusahaan air bersih milik Pemkab Bekasi.

"Kami berharap Perumda Tirta Bhagasasi dapat memperluas jaringan layanan air bersih hingga ke desa-desa yang belum mendapatkan sambungan. Sehingga masyarakat Kabupaten Bekasi tidak lagi kesulitan mendapatkan akses air bersih," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....