SMPN 1 Parung Pastikan Hak Belajar Siswa Tetap Terpenuhi Selama PJJ

  • 07 Sep 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Kepala SMPN 1 Parung Yulia Sulastri memastikan hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran tetap terpenuhi melalui implementasi Pembelajaran Jarak Jauh.
  • Pembelajaran Jarak Jauh diterapkan pada 7-8 September 2026 mengikuti arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sebagai respons terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Kebijakan PJJ merupakan langkah mitigasi strategis untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah dari dampak bencana alam.

RRI.CO.ID, Bogor - Wakil Kepala SMPN 1 Parung Bidang Humas, Yulia Sulastri memastikan hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran tetap terpenuhi. Hal tersebut menyusul kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Yulia mengatakan PJJ diterapkan pada 7-8 September 2026 mengikuti arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah.

“Sekolah kami melakukan koordinasi antar kepala sekolah, guru, wali kelas, orang tua siswa. Tetap memberikan materi pembelajaran, tugas, aktivitas, serta evaluasi sesuai dengan kondisi PJJ,” kata Yulia kepada RRI.CO.ID, Senin, 7 September 2026.

Ia menjelaskan wali kelas juga dilibatkan untuk memantau kehadiran dan keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran. Jika terdapat siswa yang mengalami kendala mengikuti pembelajaran daring, guru akan berkomunikasi dengan siswa maupun orang tua.

“Apabila ada siswa yang mengalami kendala mengikuti pembelajaran secara daring. Maka guru akan melakukan komunikasi dengan siswa maupun orang tua untuk mencari solusi,” ujarnya.

Yulia menegaskan perpindahan proses belajar dari sekolah ke rumah tidak boleh membuat hak siswa untuk mendapatkan pendidikan terabaikan. Karena itu, sekolah tetap berupaya memastikan kegiatan pembelajaran berjalan selama masa PJJ.

“Jadi, meskipun pembelajaran berpindah dari sekolah ke rumah, hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran tetap menjadi prioritas kami,” ucapnya. Dalam pelaksanaannya, guru juga memanfaatkan sejumlah media pembelajaran yang tersedia, seperti WhatsApp Group, Zoom, Google Meet, hingga Google Classroom.

Meski begitu, Yulia mengakui pelaksanaan PJJ tidak selalu berjalan lancar. Sejumlah siswa masih menghadapi kendala jaringan internet maupun keterbatasan perangkat.

“Tidak semua siswa kami memiliki perangkat seperti handphone. Jadi setiap guru memberikan penyesuaian dan tidak hanya mengandalkan pembelajaran secara sinkron melalui video conference," ucapnya.

"Tetapi juga diberikan materi-materi yang tetap mereka bisa mengaksesnya,” kata Yulia. Ia mengatakan penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, sekolah masih menunggu perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik. Kemudian sekolah juga menunggu arahan pemerintah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

“Untuk pembelajaran tatap muka ini rencananya kembali dilakukan setelah masa PJJ selesai, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik. Dan tentunya arahan dari pemerintah atau Dinas Pendidikan,” kata Yulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....