Mendikdasmen Pastian Sekolah Terdampak Asap di Kalimantan Bisa Terapkan PJJ
- 22 Agt 2026 00:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membuka opsi pembelajaran jarak jauh untuk siswa di wilayah Kalimantan yang terdampak asap kebakaran hutan.
- Kebijakan PJJ dapat diterapkan ketika kondisi udara tidak memungkinkan siswa melakukan pembelajaran tatap muka dengan aman.
- Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi pembelajaran, dan sekolah telah memiliki pengalaman serta kesiapan dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dibuka bagi siswa di wilayah Kalimantan yang terdampak asap kebakaran. Kebijakan tersebut dapat diterapkan apabila kondisi udara tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.
Menurutnya, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi pembelajaran. Sekolah juga dinilai telah memiliki pengalaman dan kesiapan dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh.
“Kalau misalnya karena kondisi yang belum memungkinkan, pembelajaran dapat diselenggarakan di rumah. Yakni melalui pembelajaran jarak jauh,” kata Mu'ti kepada wartawan usai acara Puncak Apresiasi Handai Indonesia di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran. “Keselamatan dan kesehatan murid ini harus tetap diutamakan,” ucapnya, tegas.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah daerah memiliki kewenangan menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Ia menjelaskan pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif ketika kondisi udara sangat buruk.
Dalam hal ini, situasi tersebut dapat membuat siswa dan guru tidak memungkinkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Mu'ti mengatakan pengalaman pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 menjadi modal penerapan pembelajaran dari rumah.
Selain itu, perkembangan teknologi saat ini semakin mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. “Saya kira secara teknologi juga kita sudah sempat terbiasa sejak Covid-19 dengan pembelajaran daring,” katanya.
Pemerintah berharap kondisi asap akibat kebakaran dapat segera ditangani. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat kembali berlangsung secara normal.
Mu'ti menegaskan pemerintah daerah tidak perlu menunggu izin pemerintah pusat untuk menentukan metode pembelajaran. Keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi setempat dengan tetap melakukan koordinasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....