Soetta Masih Ditutup, Arus Kendaraan menuju Bandara Lengang
- 07 Sep 2026 09:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tol Cengkareng menuju Soetta terpantau lenggang dan lancar.
- Soetta ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Menhub mengimbau calon penumpang tidak datang selama penutupan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Arus kendaraan di Tol Cengkareng menuju Bandara Soekarno-Hatta terpantau lenggang, Senin, 7 September 2026 pagi. Lalu lintas menuju kawasan bandara berjalan lancar tanpa hambatan maupun antrean kendaraan.
Pantauan RRI.CO.ID menunjukkan tidak terlihat kepadatan mobil yang mengarah menuju terminal Bandara Soekarno-Hatta. Kendaraan masih dapat melintas dengan lancar di ruas tol menuju kawasan bandara.
Kondisi tersebut terlihat di tengah penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan bandara hingga Senin, 7 September 2026 pagi demi memastikan keselamatan penerbangan.
Penutupan operasional tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat yang biasanya menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi itu terlihat dari arus kendaraan yang relatif sepi di akses Tol Cengkareng menuju bandara.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau calon penumpang tidak datang ke bandara selama periode penutupan. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.
Imbauan tersebut disampaikan untuk menghindari penumpukan penumpang di bandara selama operasional penerbangan dihentikan. Maskapai juga diminta memberikan informasi kepada penumpang terkait perubahan status penerbangan.
Menhub Dudy menegaskan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pembukaan kembali bandara. Pemerintah tidak akan memaksakan operasional penerbangan jika kondisi abu vulkanik masih dinilai membahayakan.
“Kami juga sampaikan kepada pihak airlines sebagai operator penerbangan untuk senantiasa mengedepankan keselamatan dan keamanan dari penerbangan. Tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan atau belum memungkinkan,” kata Dudi dalam konferensi pers secara daring, Minggu, 6 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....