Abu Anak Krakatau, 1.039 Penerbangan Soetta Terganggu, 166 Ribu Penumpang Terdampak

  • 07 Sep 2026 08:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau, berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Minggu, 6 September 2026.
  • PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyebutkan, gangguan tersebut mencakup berbagai kondisi operasional penerbangan.
  • Menghadapi banyaknya penumpang yang terdampak, pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan 'Service Recovery Activation' (SRA) sebagai bagian dari penanganan di lapangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau, berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Minggu, 6 September 2026. Hingga pukul 21.30 WIB malam kemarin, tercatat 1.039 penerbangan terdampak, dengan jumlah penumpang yang ikut terkena imbas mencapai 166.351 orang.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyebutkan, gangguan tersebut mencakup berbagai kondisi operasional penerbangan. Mulai dari pembatalan, keterlambatan atau delay, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara alternatif.

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan mengatakan, angka tersebut akumulasi data penerbangan hingga Minggu malam. “Berdasarkan data penerbangan pukul 21.30 WIB, terdapat 1.039 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan," kata Yudistiawan dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, Senin, 7 September 2026.

Dari total penerbangan yang terdampak, ia merinci, sebanyak 746 merupakan penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, serta 21 penerbangan kargo. Kondisi tersebut, lebih dari 166 ribu penumpang harus menghadapi perubahan jadwal maupun rencana perjalanan akibat gangguan operasional penerbangan.

"Menghadapi banyaknya penumpang yang terdampak, pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan 'Service Recovery Activation' (SRA) sebagai bagian dari penanganan di lapangan. Layanan tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan, dukungan mobilitas bagi penumpang yang harus menunggu keberangkatan/mengalami perubahan perjalanan," ucap Yudistiawan.

InJourney Airports, ia mengatakan, juga menyediakan bus gratis untuk membantu mobilitas penumpang menuju sejumlah kota. “InJourney Airports menyiapkan layanan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya,” ujar Yudistiawan.

Pada tahap awal, ia menjelaskan, sebanyak delapan bus disiapkan untuk melayani empat tujuan tersebut. Masing-masing tujuannya, mendapatkan dua bus, dengan keberangkatan pertama dijadwalkan pada Minggu malam, pukul 21.00 WIB.

"Penumpang terdampak dapat memperoleh informasi mengenai layanan tersebut melalui petugas bandara yang berada di terminal. Pendaftaran layanan bus juga disediakan melalui posko yang berada di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3," kata Yudistiawan.

Selain layanan transportasi, sejumlah area di Terminal Soetta turut dimanfaatkan sebagai tempat istirahat sementara bagi penumpang terdampak. Salah satunya adalah Employee Lounge yang disiapkan sebagai ruang istirahat agar penumpang dapat menunggu dalam kondisi yang lebih nyaman.

"Posko penanganan juga dibuka di Terminal 1B untuk memperkuat koordinasi selama gangguan operasional berlangsung. Sementara, masing-masing maskapai membuka layanan di terminal untuk memberikan informasi sekaligus menangani kebutuhan penumpang mereka," ucap Yudistiawan.

Delapan Bandara Ditutup Sementara

Gangguan penerbangan tidak hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas.

Berdasarkan pembaruan AirNav Indonesia, penutupan Bandara Soekarno-Hatta berlaku mulai pukul 18.00 WIB pada 6 September 2026. Dan, diperkirakan berlangsung hingga pukul 23.59 WIB.

Keputusan tersebut tercantum dalam NOTAM A3355/26 atau NOTAMR A3351/26.

Selain Soekarno-Hatta, tujuh bandara lain juga terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara tersebut yakni Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Pagar Alam, dan Taufik Kiemas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....