Panen Raya Lumbung Pangan BAZNAS di Pesawaran, Petani Tunaikan Zakat Pertanian
- 05 Sep 2026 04:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI bersama petani binaan menggelar Panen Raya Lumbung Pangan Padi di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis, 3 September 2026.
- Panen raya tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan zakat pertanian dari para petani binaan dengan nilai mencapai Rp12,2 juta.
- Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan Program Lumbung Pangan BAZNAS yang berjalan sejak 2025 telah mendorong optimalisasi pengelolaan lahan pertanian masyarakat.
RRI.CO.ID, Pesawaran - Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI bersama petani binaan menggelar Panen Raya Lumbung Pangan Padi di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis, 3 September 2026. Panen raya tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan zakat pertanian dari para petani binaan dengan nilai mencapai Rp12,2 juta.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan Program Lumbung Pangan BAZNAS yang berjalan sejak 2025 telah mendorong optimalisasi pengelolaan lahan pertanian masyarakat. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp279,5 juta dan diarahkan sebagai bagian dari pemberdayaan zakat produktif.
Menurut Idy, zakat produktif tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi penerima manfaat. Program Lumbung Pangan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan zakat untuk meningkatkan kapasitas mustahik melalui kegiatan pertanian yang produktif.
"Zakat ini ada dua bentuk, yakni zakat konsumtif yang langsung dikonsumsi, serta zakat produktif. Program lumbung pangan yang hari ini dilakukan panen raya merupakan bentuk zakat produktif yang dapat meratakan kesejahteraan bagi para mustahiknya," ujar Idy.
Menurut Idy, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari hasil panen. Meningkatnya kesadaran petani binaan untuk menunaikan zakat pertanian dengan total Rp12,2 juta juga menjadi indikator bahwa pemberdayaan mulai mendorong perubahan posisi penerima manfaat menjadi pihak yang mampu menunaikan kewajiban zakat.
Idy mengajak masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Pesawaran menyalurkan zakat melalui BAZNAS atau lembaga amil zakat resmi. Menurutnya, pengelolaan secara terorganisasi memungkinkan potensi zakat dihimpun, dikonsolidasikan, dan disalurkan melalui program yang memiliki dampak lebih luas.
"Penyaluran zakat tidak melalui BAZNAS atau lembaga amil resmi itu kurang tepat karena potensi zakat tidak bisa dikonsolidasikan dan dikolaborasikan menjadi hal yang berdampak," ujar Idy.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan Program Lumbung Pangan BAZNAS yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ia menilai pengelolaan zakat telah berkembang dari sekadar bantuan konsumtif menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi.
"Zakat tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, tetapi telah bertransformasi menjadi modal kemandirian ekonomi, khususnya dalam konteks sektor pertanian," ujar Nanda Indira.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran H. A. Hamid S., S.H., M.M., mengatakan program tersebut memberikan dampak terhadap ketahanan pangan, peningkatan pendapatan, sekaligus kesadaran berzakat para petani penggarap. Menurutnya, pemberdayaan berbasis zakat harus diarahkan agar penerima manfaat memiliki kemampuan ekonomi yang semakin kuat.
"Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, program ini tidak sekadar memberi makan sehari, melainkan menanam benih kemandirian yang menguatkan ekonomi umat secara berkelanjutan," jelasnya.
Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan BAZNAS RI Tatiek Kancaniati, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom., M.M., jajaran Forkopimda Pesawaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I., Ketua Gapoktan Makarti Jaya Haryanto, para pejabat pimpinan tinggi pratama Kabupaten Pesawaran, penyuluh pertanian, jajaran Balai Penyuluh Pertanian Gedong Tataan, kelompok tani, petani, dan tokoh masyarakat setempat.
Program Lumbung Pangan BAZNAS di Pesawaran memperlihatkan bahwa zakat dapat diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tantangannya ke depan adalah memastikan program semacam ini berkelanjutan, produktivitas petani terus meningkat, serta semakin banyak mustahik yang mampu bertransformasi menjadi muzaki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....