Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Kramat Jati Selama Enam Bulan

  • 02 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemprov DKI menggratiskan retribusi pedagang relokasi selama enam bulan, dari tarif normal Rp180 ribu per bulan.
  • Sekitar 614 hingga 640 pedagang akan ditata ke sejumlah lokasi, termasuk Pasar Kramat Jati Sektor 7 dan Lokbin Kramat Jati.
  • Penataan bertujuan mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik, sekaligus menjaga mata pencaharian pedagang melalui lokasi berjualan baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menggratiskan retribusi bagi pedagang yang direlokasi ke lokasi binaan Kramat Jati selama enam bulan. Kebijakan ini diberikan sebagai bagian dari penataan kawasan Pasar Kramat Jati.

Ia mengatakan retribusi pedagang di lokasi tersebut sebesar Rp180 ribu per bulan atau sekitar Rp6 ribu per hari. Selama enam bulan pertama, biaya tersebut tidak akan dibebankan kepada pedagang.

"Per bulannya Rp180.000, Rp 180.000 per bulan atau Rp6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 2 September 2026.

Ia menjelaskan penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik di kawasan tersebut. Menurutnya, penataan pedagang Kramat Jati bukan perkara mudah karena aktivitas perdagangan di kawasan itu telah berlangsung sejak 1970-an.

"Pembenahan ini terus terang tidak gampang karena ini sudah berlangsung lebih dari 50 tahun. Sejak awal tahun '70-an," ujarnya.

Ia menyebut terdapat sekitar 614 hingga 640 pedagang yang akan ditata. Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk menampung para pedagang tersebut.

Sebanyak 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan diarahkan ke Lokbin Kramat Jati.

Selain itu, 45 pedagang kue akan ditempatkan di Lokbin Cililitan. Dan 45 pedagang lainnya akan diarahkan ke pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Ia mengatakan proses relokasi membutuhkan dukungan dari para pedagang dan tokoh masyarakat. Ia berharap penataan yang dilakukan dapat membuat kawasan Kramat Jati menjadi lebih rapi tanpa menghilangkan mata pencaharian pedagang.

"Mudah-mudahan dengan kerja sama ini membuat hal yang mungkin dulu tidak pernah terbayangkan bisa diselesaikan. Dapat diselesaikan dengan baik," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....