Pramono Anung Akan Siapkan Koperasi Pedagang Pasar Kramat Jati
- 02 Sep 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pramono Anung berencana membentuk koperasi pedagang Pasar Kramat Jati untuk menyuplai ikan ke rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta.
- Pemprov DKI menggratiskan retribusi pedagang selama enam bulan, dengan tarif normal Rp180 ribu per bulan atau Rp6 ribu per hari.
- Penataan Pasar Kramat Jati terus dilengkapi, termasuk pembenahan fasilitas dan penyediaan lokasi tambahan bagi pedagang yang belum mendapat tempat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membentuk koperasi bagi pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Koperasi itu nantinya diarahkan untuk menyuplai ikan ke sejumlah rumah sakit yang dikelola Pemprov DKI.
Ia menyampaikan rencana tersebut saat meninjau penataan pedagang Pasar Kramat Jati, Selasa, 1 September 2026. Ia mengatakan pembentukan koperasi menjadi agar penataan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi mereka.
"Tadi kami berdiskusi dengan Bapak Wali Kota dan juga dengan Kepala Dinas UMKM. Ada gagasan untuk mendirikan koperasi," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, koperasi tersebut nantinya dapat menjadi pemasok kebutuhan ikan untuk rumah sakit-rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta. Ia menilai potensi itu bisa dikembangkan karena ikan yang dijual pedagang Kramat Jati segar dengan harga terjangkau.
"Koperasi inilah yang kemudian akan menyuplai beberapa rumah sakit-rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta. Karena pasti di sini ikannya segar dan ikannya juga murah," ujarnya.
Di sisi lain, dalam penataan tersebut, Pemprov DKI juga memberikan keringanan kepada pedagang dengan menggratiskan retribusi selama enam bulan. Ia menyebut besaran retribusi yang biasanya dikenakan kepada pedagang yakni Rp180 ribu per bulan atau Rp6 ribu per hari.
"Rp 180.000 per bulan atau Rp 6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan," katanya.
Ia memahami proses pemindahan ke lokasi baru tidak mudah bagi para pedagang. Karena itu, ia meminta fasilitas di lokasi baru turut dibenahi, termasuk saluran air dan sirkulasi udara.
Selain itu, Pemprov DKI juga masih menyiapkan lokasi tambahan untuk menampung pedagang yang belum mendapatkan tempat berjualan. Ia mengatakan lokasi tersebut tidak jauh dari kawasan Kramat Jati dan diharapkan dapat segera dipersiapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....