Kementerian PU Mulai Renovasi Rumah Ibadah Terdampak Gempa di Flores
- 01 Sep 2026 14:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum memulai proses renovasi dua rumah ibadah yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Dua rumah ibadah yang ditangani adalah Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai merenovasi rumah ibadah terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan dilakukan terhadap Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Dampek, serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai.
Menteri PU, Dody Hanggodo, sebelumnya meninjau kedua rumah ibadah tersebut untuk memastikan penanganan sesuai tingkat kerusakan. Menurut dia, pembangunan kembali harus memperhatikan keselamatan pengguna sekaligus mempertahankan kearifan lokal masyarakat setempat.
“Kalau bangunan dikerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga,” ujarnya, Selasa 1 September 2026. “Jadi, harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut.
Menurut hasil pemeriksaan, terdapat tiga massa bangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek yang telah diperiksa. Di antaranya gedung peribadatan, gedung aula gereja, serta rumah pastoran.
Gedung peribadatan dan aula gereja mengalami kerusakan structural, sehingga dinyatakan tidak aman untuk digunakan kembali. Sedangkan rumah pastoran tidak mengalami kerusakan dan dinyatakan aman untuk digunakan kembali.
Sebagai tindak lanjut, jemaat melakukan pembongkaran atau Cear Di'a serta pembersihan bangunan gereja dan aula. Proses tersebut dilaksanakan sekaligus dengan pelaksanaan proses adat setempat pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pihak gereja juga mengamankan aset sebelum pembongkaran bagian atap dengan melibatkan sekitar 30 jemaat. Proses tersebut turut dibantu sekitar 20 personel Polda NTT untuk mendukung kelancaran serta keamanan kegiatan.
Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan NTT selanjutnya menyiapkan penanganan Gereja Santo Petrus dan Paulus. Ini dilakukan melalui pendekatan rancang bangun dengan terlebih dahulu mengkaji kondisi struktur bangunan eksisting.
Pengurus gereja akan dilibatkan dalam proses perencanaan agar bangunan hasil renovasi tersebut sesuai kebutuhan jemaat. Selain itu diarahkan agar tetap mempertahankan karakter lokal yang melekat pada bangunan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan Masjid Nurul Huda Reo menunjukkan struktur utama bangunan secara umum masih berdiri tegak. Namun, ditemukan sejumlah kerusakan pada elemen struktur dan nonstruktur bangunan tersebut.
Kerusakan tersebut meliputi kolom level IV sekitar 4,67 persen dan kolom level III sekitar 3,125 persen. Selain itu, kerusakan plafon mencapai sekitar 60 persen dan kerusakan dinding sekitar 10 persen.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, gedung utama Masjid Nurul Huda Reo disimpulkan mengalami kerusakan sedang. Untuk penanganannya direkomendasikan melalui pembongkaran seluruh plafon serta dinding dengan retak melebihi enam milimeter.
Selain itu, penguatan struktur bangunan juga direkomendasikan untuk memastikan keselamatan penggunaan kembali gedung utama. Sementara menara masjid mengalami kerusakan berat dan sebagian bangunannya telah runtuh sehingga harus dirombak total.
Unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian PU terus memeriksa dan mendata bangunan layanan publik terdampak gempa di Flores. Hasil asesmen menjadi dasar menentukan bangunan yang dapat digunakan, diperkuat, direhabilitasi, atau dibangun kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....