Pemerintah Alihkan Pembelajaran Pascagempa NTT ke Sekolah Darurat

  • 31 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 74 sekolah di Kabupaten Ngada terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur dengan 33 sekolah mengalami kerusakan berat.
  • Pembelajaran dilaksanakan di kelas darurat untuk memastikan proses belajar tetap berjalan meskipun banyak sekolah masih rusak.
  • Pemulihan pendidikan pascagempa menjadi prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada untuk menormalkan kegiatan belajar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemulihan pendidikan pascagempa di Nusa Tenggara Timur dilakukan melalui pembelajaran di kelas darurat. Sejumlah sekolah masih mengalami kerusakan sehingga kegiatan belajar belum berjalan normal.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Yakobus Mite, menyebut 74 sekolah terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 sekolah mengalami kerusakan berat.

“Untuk kondisi sekolah yang terdampak, saat ini 74 sekolah. Dan kategori rusak berat 33,” kata Jack saat bercakap dengan PRO 3 RRI pada Senin, 31 Agustus 2026.

Kerusakan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, termasuk Riung, Riung Barat, dan Bajawa Utara. Beberapa bangunan sekolah di wilayah tersebut mengalami kerusakan hingga tidak dapat digunakan.

Kondisi tersebut membuat sebagian sekolah memindahkan kegiatan belajar ke kelas darurat. Tenda didirikan di lingkungan sekolah, termasuk memanfaatkan lapangan sepak bola dan area terbuka.

Namun, kegiatan belajar belum sepenuhnya berjalan karena sebagian orang tua masih mengkhawatirkan keselamatan anak. Gempa susulan membuat beberapa siswa belum diperbolehkan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

Bagi siswa yang belum dapat datang, guru melakukan pembelajaran dengan mendatangi rumah masing-masing. Sebagian siswa juga dikumpulkan di lokasi tertentu untuk tetap mendapatkan pembelajaran.

“Guru-guru juga berkunjung ke rumah siswa bagi yang tidak bisa bergabung karena pertimbangan orang tua maupun karena kondisi. Ada beberapa siswa yang tertimpa bangunan saat gempa itu, memang harus ada kunjungan ke rumah, tidak bisa bergabung,” ujar Jack.

Pendampingan psikologis juga diberikan kepada siswa selama masa pemulihan pascagempa. Kegiatan seperti trauma healing akan disediakan untuk membantu siswa.

Di tingkat nasional, Kemendikdasmen melalui Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana turut mendukung pembelajaran darurat. Sebanyak 100 tenda kelas darurat didistribusikan kepada 98 sekolah di tujuh kabupaten terdampak.

Sekretariat Nasional SPAB Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, menyebut distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak. Rinciannya, Manggarai 28 tenda, Manggarai Timur 27, Manggarai Barat 8, Ngada 5, Sikka 8, dan Nagekeo 17

Tim teknis juga diterjunkan untuk memverifikasi kerusakan sekolah di wilayah terdampak gempa. Pendataan dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan.

“Mulai dari Direktorat PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PK PLK, minggu ini akan menerjunkan tim ke lapangan. Kemudian, kami juga sudah berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah daerah agar melakukan pemetaan, pendataan,” ujar Jamjam.

Sementara itu, sejumlah wilayah Kabupaten Ngada juga masih menghadapi gangguan jaringan internet dan listrik. Kondisi tersebut menghambat pembelajaran daring serta pelaporan kondisi sekolah kepada pemerintah pusat.

Pemerintah pusat dan daerah kini terus melakukan pemulihan pendidikan secara bertahap. Proses tersebut disesuaikan dengan kondisi sekolah serta keselamatan siswa dan guru. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....