BAZNAS dan Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem Zakat dan Pendidikan Tinggi
- 10 Sep 2026 05:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI menjalin kerja sama untuk memperkuat ekosistem zakat dan pendidikan tinggi.
- Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan zakat, literasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga sinkronisasi program.
- Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid mengatakan, kerja sama tersebut dapat memperkuat dukungan terhadap masyarakat yang belum terjangkau program pendidikan pemerintah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI menjalin kerja sama untuk memperkuat ekosistem zakat dan pendidikan tinggi. Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan zakat, literasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga sinkronisasi program.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kolaborasi kedua lembaga dalam memperluas manfaat zakat dan pendidikan tinggi.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan pengelolaan ZIS-DSKL, literasi zakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran data dan informasi. Kedua pihak juga akan melakukan sinkronisasi program untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang saling melengkapi.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid mengatakan, kerja sama tersebut dapat memperkuat dukungan terhadap masyarakat yang belum terjangkau program pendidikan pemerintah. BAZNAS hadir untuk melengkapi program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat membutuhkan.
“Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada pendidikan dengan PIP dan KIP serta anggaran yang besar. Namun, di lapangan masih banyak yang belum mendapatkan PIP dan KIP, di situlah BAZNAS masuk,” ujar Sodik.
Sodik mengatakan, kolaborasi dengan Kemdiktisaintek tidak hanya berfokus pada program beasiswa. Mahasiswa juga dapat dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan BAZNAS melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN.
“Bukan hanya soal beasiswa saja kerja sama yang akan dikembangkan, juga sampai kepada pelaksanaan program-program BAZNAS yang lain. Misalnya ada Rumah Terang dan Pembinaan Ekonomi Rakyat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting bagi kemajuan bangsa.
“Apresiasi tentu setinggi-tingginya kami sampaikan kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang terus diberikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan,” ujar Brian.
Brian menilai beasiswa tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga dapat meningkatkan keberdayaan keluarga. Ia berharap program beasiswa BAZNAS terus berkembang dan mendorong lebih banyak lembaga filantropi berkontribusi di bidang pendidikan.
Brian juga menyambut baik Program Beasiswa Palestina BAZNAS yang memberikan kesempatan mahasiswa asal Palestina menempuh pendidikan di Indonesia. Menurutnya, program tersebut dapat ditawarkan kepada mahasiswa Palestina yang berada di Mesir, Yordania, maupun Indonesia.
“Saya kebetulan memiliki mahasiswa Palestina di laboratorium saya. Ada mahasiswa yang sedang saya bimbing untuk program S3,” kata Brian.
Menurut Brian, kehadiran mahasiswa internasional juga dapat memperkuat atmosfer pendidikan tinggi di Indonesia. Kemdiktisaintek akan mendorong perguruan tinggi negeri memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat pelatihan bagi kampus yang belum memilikinya.
Brian menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk berbagai program beasiswa. Dukungan lembaga filantropi diharapkan dapat semakin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
“Dengan demikian, kita juga bisa mengajak lebih banyak lagi insan-insan filantropi yang memiliki kelebihan ekonomi untuk bersama-sama memperkuat dan memakmurkan BAZNAS ini,” ujar Brian.
Turut hadir Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat Periode 2025–2030 KH Muhammad Cholil Nafis, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad. Hadir pula para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemdiktisaintek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....