Ketua BAZNAS: Zayed Award 2027 Momentum Perkuat Ekosistem Zakat
- 30 Agt 2026 00:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua BAZNAS RI Dr. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menilai Zayed Award for Human Fraternity 2027 dapat menjadi momentum memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia.
- Ajang tersebut juga dinilai dapat memperluas pengakuan dunia terhadap kontribusi filantropi Islam Indonesia.
- Hilman Latief mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menampilkan diplomasi kemanusiaan yang relevan di tingkat global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua BAZNAS RI Dr. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menilai Zayed Award for Human Fraternity 2027 dapat menjadi momentum memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Ajang tersebut juga dinilai dapat memperluas pengakuan dunia terhadap kontribusi filantropi Islam Indonesia.
Hal itu disampaikan Sodik dalam silaturahmi dan Diskusi (Mini Workshop) Zayed Award for Human Fraternity di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas peluang dan strategi memperkuat gerakan filantropi Islam Indonesia agar berkontribusi lebih luas di tingkat global.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief, MA., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, serta Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan H. M. Arifin Purwakanant. Turut hadir Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, serta jajaran PP Muhammadiyah, BAZNAS, POROZ, dan FOZ.
Sodik menyambut baik inisiatif pengusulan Indonesia dalam ajang Zayed Award for Human Fraternity 2027. Menurutnya, pengusulan tersebut tidak semata-mata untuk mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat sinergi antarlembaga zakat.
"Kita harus memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. BAZNAS siap mendukung penuh pengusulan ini, baik secara kelembagaan inklusif yang menaungi seluruh gerakan amil zakat maupun melalui pembuktian kontribusi nyata filantropi nasional bagi pembangunan manusia," kata Sodik.
Sementara itu, Hilman Latief mengatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menampilkan diplomasi kemanusiaan yang relevan di tingkat global. Hal tersebut didukung capaian Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang sebelumnya meraih Zayed Award for Human Fraternity pada 2023.
Menurut Hilman, ekosistem filantropi Islam Indonesia memiliki nilai inklusivitas dan inovasi dalam menangani berbagai persoalan kemanusiaan. Kondisi tersebut dinilai relevan dengan kriteria penilaian Zayed Award for Human Fraternity.
"Kita memiliki keunggulan pada aspek mainstreaming zakat yang melibatkan sinergi antara regulasi pemerintah dan gerakan masyarakat sipil. Narasi kolaborasi besar ini baik dalam respons bencana, penanggulangan kemiskinan, hingga keberlanjutan menjadi poin diferensiasi yang sangat kuat," ujar Hilman.
Hilman menambahkan, pengalaman Indonesia dalam mengelola filantropi Islam perlu ditampilkan sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, ekosistem perzakatan Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan pengakuan dunia, di luar capaian NU dan Muhammadiyah sebelumnya.
"Indonesia harus membuktikan bahwa selain dua ormas tersebut, ekosistem perzakatannya juga sangat layak mendapat pengakuan dunia," ucapnya.
Ketua Umum FOZ Wildhan Dewayana menilai keunggulan filantropi Islam Indonesia terletak pada kemampuan lembaga-lembaga zakat berkolaborasi dalam menangani persoalan kemanusiaan. Kolaborasi tersebut, menurutnya, tetap solid di tengah keberagaman lembaga dan masyarakat Indonesia.
"Kunci utamanya terletak pada pembeda yang kuat dan khas Indonesia. Kita punya keunggulan modal kolaborasi di tengah keberagaman lembaga, resiliensi dan militansi amil saat menangani bencana di Ring of Fire, program pemberdayaan kemiskinan yang berdampak luas, serta transformasi tata kelola dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional," ujar Wildhan.
Ia menambahkan, berbagai pengalaman tersebut perlu dirangkai menjadi satu narasi bersama mengenai kontribusi filantropi Islam Indonesia. Narasi tersebut diharapkan mampu memperlihatkan kepada masyarakat internasional kekuatan ekosistem zakat Indonesia dalam menjawab persoalan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....