BAZNAS dan Kemenag Salurkan Rp17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
- 17 Sep 2026 10:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BAZNAS RI bersama Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026.
- Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.
- Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan Program PNB merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031.
RRI.CO.ID, Jakarta - BAZNAS RI bersama Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan Program PNB merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031. Program tersebut diarahkan untuk memastikan dana zakat memberikan manfaat bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang layak bagi santri.
“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri. Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” ujar Sodik saat meresmikan PNB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 16 September 2026.
Sodik menilai dukungan terhadap sarana pendidikan dan hunian santri menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem pesantren. Melalui program tersebut, dana zakat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas lingkungan belajar santri.
Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengatakan PNB bukan sekadar program renovasi asrama pesantren. Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman.
Menurut Nasaruddin, kebutuhan pesantren terhadap peningkatan sarana dan prasarana masih sangat besar. Karena itu, diperlukan gotong royong pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat, UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat.
Nasaruddin berharap pelaksanaan PNB berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan data dan informasi pesantren dari Kementerian Agama agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI Idy Muzayyad mengatakan PNB merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran santri agar berjalan lebih optimal.
Program PNB memprioritaskan pesantren dengan sedikitnya 35 persen santri dari kalangan dhuafa. Prioritas juga diberikan kepada pesantren yang melayani kelompok rentan, berada di wilayah 3T, serta berada di kawasan rawan bencana.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS dan Kementerian Agama berharap peningkatan kualitas sarana pendidikan pesantren dapat berlangsung secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan yang layak bagi santri di berbagai daerah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....