Gempa M5,1 Guncang Laut Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
- 29 Agt 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Laut Maluku, Sabtu 29 Agustus 2026.
- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Laut Maluku, Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 15.08.45 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan analisis parameter terbaru BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 0,62 derajat Lintang Selatan dan 126,75 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut, sekitar 83 kilometer barat laut Labuha, Maluku Utara, dengan kedalaman 14 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault.
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kasiruta Barat, Mandioli Utara, dan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hingga pukul 15.30 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan.
“Hingga pukul 15.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan,” kata Wijayanto dalam keterangan resminya, Sabtu, 29 Agustus 2026, yang diterima RRI.
BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya berasal dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....