Presiden Prabowo Minta BMKG Bantu Fiji dan Timor Leste Perkuat Mitigasi Bencana
- 26 Agt 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto meminta BMKG membantu negara sahabat memperkuat sistem mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam.
- Indonesia memiliki pengalaman dan kemampuan signifikan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan erupsi gunung berapi yang dapat dibagikan kepada negara lain.
- Presiden menilai penting untuk memperkuat dukungan dan kerjasama kebencanaan dengan negara-negara yang telah meminta bantuan dalam bidang kebencanaan.
RRI.CO.ID, Nagekeo - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantu negara sahabat memperkuat sistem mitigasi bencana. Presiden menyampaikan hal tersebut setelah mendapat laporan bahwa sejumlah negara meminta dukungan Indonesia dalam bidang kebencanaan.
Presiden menilai Indonesia memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Karena itu, bantuan kepada negara yang membutuhkan dinilai penting untuk diperkuat.
"Jadi saya kira bagus dibantu saja negara-negara yang perlu. Saya kira di bidang gempa sama gunung berapi saya kira Indonesia yang paling ahli ya," kata Presiden dalam rapat penanganan bencana di Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026.
Presiden kemudian meminta BMKG memberikan dukungan kepada sejumlah negara. Dukungan tersebut diberikan termasuk Fiji dan Timor Leste.
"Terima kasih, you, anda bantu terus. Jadi Fiji minta dari kita juga, Fiji, Timor Leste, silakan didukung dibantu," ujar Presiden.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya melaporkan adanya permintaan kerja sama dari sejumlah negara untuk memperkuat kapasitas kebencanaan. Faisal mengatakan beberapa negara di Afrika juga meminta dukungan BMKG.
"Afrika dari Tunisia, Maroko, dari beberapa negara Afrika, kita ditetapkan oleh WMO sebagai regional training centre. Hanya Indonesia dan Australia yang punya predikat itu di kawasan ini, Bapak Presiden," ujar Faisal.
Faisal juga mengatakan BMKG telah mengirimkan personel ke sejumlah negara untuk membantu penguatan sistem pemantauan dan mitigasi bencana. "Jadi di Tonga kita sudah mengirimkan orang stay selama 2 bulan, di Fiji 1 bulan, dan di Timor Leste 1 tahun penuh," katanya.
Faisal mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas sistem pemantauan kebencanaan Indonesia. Termasuk dengan mengintegrasikan Timor Leste ke dalam sistem pemantauan yang dikembangkan.
"Jadi kita harapkan nanti sistem pemantauan kita bisa meluas. Dengan menambahkan Timor Leste di dalam bagian tersebut," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....