Menteri PKP Pastikan Bedah Rumah Tepat Sasaran di Cilincing Jakarta Utara

  • 28 Agt 2026 16:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melakukan pengecekan langsung terhadap penerima Program Bedah Rumah di Cilincing, Jakarta Utara untuk memverifikasi kelayakan penerima bantuan.
  • Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
  • Percepatan program harus tetap disertai dengan tata kelola yang benar dan ketepatan sasaran agar bantuan pemerintah benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengecek langsung penerima Program Bedah Rumah di Cilincing, Jakarta Utara. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria.

Maruarar mengatakan verifikasi lapangan penting untuk memastikan data penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya, percepatan program harus tetap disertai tata kelola yang benar dan ketepatan sasaran.

“Yang kita cek adalah data yang diberikan, benar atau tidak, tepat sasaran atau tidak. Kita mau kerja cepat, tata kelolanya benar, dan tepat sasaran,” ujar Maruarar dalam keteerangan tertulis yang dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Menteri PKP ini penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Jakarta masih membutuhkan perhatian besar. Ia mengungkapkan, berdasarkan data Pemerintah Kota Jakarta Utara, masih terdapat sekitar 174 ribu RTLH, dan Kecamatan Cilincing masuk prioritas.

Ia juga meminta pemerintah daerah membantu mengidentifikasi warga yang paling membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, penerima harus sesuai ketentuan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

“Bapak cari warga yang sangat membutuhkan, sesuai aturannya. Kita ingin bantuan ini betul-betul sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Salah satu penerima bantuan yang dikunjungi adalah Udin Marudin, penjual burung dara yang tinggal selama 55 tahun di rumahnya. Dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan, Udin tinggal seorang diri dalam rumah yang mengalami berbagai kerusakan.

Rumahnya mengalami kerusakan pada dinding, rangka atap, serta penutup atap yang masih menggunakan asbes. Udin juga mengungkapkan dirinya belum pernah mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah selama menempati hunian tersebut.

“Saya sudah tinggal di sini sejak lahir, sudah 55 tahun. Kondisi rumah juga sudah banyak yang keropos, terutama langit-langit dan temboknya,” ujar Udin.

Penerima lainnya, Maryam, merupakan seorang asisten rumah tangga dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan. Rumah yang ditempati Maryam mengalami kerusakan pada sebagian besar dinding serta rangka dan penutup atap.

Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Nurdiyana yang tinggal bersama suami dan empat anggota keluarganya dalam satu rumah. Rumah yang dihuni enam orang tersebut juga mengalami berbagai kerusakan.

Ketiga keluarga tersebut memperoleh bantuan melalui Program Bedah Rumah untuk memperbaiki kondisi hunian mereka. Pekerjaan perbaikan dijadwalkan dimulai 8 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 8 November 2026.

Sebagai informasi, untuk Provinsi DKI Jakarta, Kementerian PKP menyiapkan alokasi 10.300 unit Program Bedah Rumah pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 unit dialokasikan untuk wilayah Jakarta Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....