Menteri PKP Minta Pemko Jaksel Percepat Penetapan Lokasi 2.000 Unit BSPS

  • 21 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PKP mendorong percepatan penetapan lokasi 2.000 unit bedah rumah di Jakarta Selatan
  • Jakarta Selatan mencatat 141.538 rumah tidak layak huni berdasarkan data pemerintah kota
  • Bukit Duri, dan Manggarai menjadi wilayah yang diprioritaskan dalam penanganan bedah rumah

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta Pemerintah Kota Jakarta Selatan mempercepat penetapan lokasi bedah rumah.

Menurutnya, percepatan tersebut diperlukan agar alokasi bantuan segera ditindaklanjuti berdasarkan data dan kondisi lapangan.

Diketahui, untuk Jakarta secara keseluruhan, Kementerian PKP mengalokasikan sebanyak 10.300 unit bedah rumah pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 unit dialokasikan untuk Jakarta Selatan sebagai bagian percepatan penanganan.

“Kalau boleh hari ini sudah selesai 2.000 itu titiknya di mana, kemudian persyaratannya sosialisasi seperti apa. Jadi udah segera bisa berjalan,” ujar Menteri Ara saat meninjau lokasi penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Agustus 2026.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, pemerintah kota segera mengonsolidasikan seluruh camat dan organisasi perangkat daerah terkait. Menurutnya, konsolidasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pendataan dan menentukan wilayah yang menjadi prioritas program.

Syafrin menyebut Kecamatan Tebet menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan dalam pelaksanaan program bedah rumah. Adapun wilayah tersebut mencakup Bukit Duri dan Manggarai yang memiliki kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).

Ia menyebut, pemerintah kota selanjutnya akan segera mempercepat penetapan lokasi berdasarkan pendataan dan verifikasi lapangan. “Memang secara data ada 141.538 di Jakarta Selatan rumah yang tidak layak,” ucapnya.

Salah satu penerima manfaat BSPS, Ahmad Sukarelani yang tinggal bersama keluarga besarnya. Ahmad mengatakan, rumahnya dihuni empat kepala keluarga dengan jumlah penghuni mencapai 21 orang.

Ahmad juga mengaku rumahnya kerap mengalami kebocoran ketika hujan, serta minimnya pencahayaan. Ia bahkan belum pernah menerima bantuan bedah rumah sebelum memperoleh program tersebut tahun ini.

“Alhamdulillah, dapat rejeki, alhamdulillah banget. Bersyukur saya atas bantuan dari presiden Prabowo, bapak menteri, bapak wali kota, berkah ya buat semua,” ujar Ahmad.

Perbaikan rumah Ahmad dijadwalkan dimulai pada 16 September dan ditargetkan selesai pada 16 November 2026. Program tersebut menjadi salah satu bentuk penanganan pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak terutama di kota besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....