Ditjen Hubdat Luncurkan Zona Bacitra Dukung Konektivitas Wilayah Penyangga IKN

  • 28 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ditjen Perhubungan Darat meluncurkan zona pick up dan drop off Balikpapan City Trans atau Bacitra untuk mendukung konektivitas wilayah penyangga IKN
  • Bacitra melayani tiga koridor di Balikpapan, sementara angkutan antarmoda Balikpapan-IKN menempuh rute sepanjang 127 kilometer
  • Ditjen Hubdat mendorong pengembangan integrasi transportasi jalan, laut, dan udara serta penerapan konsep Transit Oriented Development atau TOD

RRI.CO.ID, Balikpapan - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) meluncurkan zona ‘pick up’ dan ‘drop off’ Balikpapan City Trans atau Bacitra. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung konektivitas wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Peluncuran zona layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans tersebut berlangsung di Plaza Balikpapan, Kamis, 27 Agustus 2026. Pada hari yang sama, pemerintah juga meluncurkan layanan angkutan antarmoda rute Balikpapan menuju IKN.

Layanan tersebut tersedia di Pelabuhan Semayang dan Plaza Balikpapan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Kehadirannya diharapkan menyediakan perjalanan yang aman, selamat, terjangkau, dan terintegrasi bagi masyarakat.

"Adanya layanan ini tentu untuk mewujudkan sistem transportasi darat yang terintegrasi, tertib, efisien dan berkelanjutan. Sebagai kawasan penyangga IKN, memerlukan sistem transportasi yang menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan saat menyampaikan sambutan dan arahannya di Balikpapan, Kamis, 27 Agustus 2026.

Bacitra saat ini melayani tiga koridor dengan jumlah armada berbeda sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat. Koridor pertama menghubungkan Pelabuhan Semayang dan Bandara SAMS Balikpapan dengan sembilan bus serta satu armada cadangan.

Sementara itu, Koridor 2A melayani Terminal Batu Ampar melalui Jalan MT Haryono secara looping. Layanan tersebut dioperasikan enam bus dengan satu armada cadangan untuk mendukung perjalanan masyarakat.

Koridor 2B menghubungkan Terminal Batu Ampar melalui Jalan Ahmad Yani dengan pola perjalanan looping. Sebanyak enam unit bus beroperasi pada koridor tersebut dengan tambahan satu armada cadangan.

Layanan angkutan antarmoda melayani rute Pelabuhan Semayang, Bandara SAMS, Terminal Batu Ampar, hingga IKN melalui Tol Samboja. Rute sepanjang 127 kilometer itu dilayani tujuh bus berkapasitas 25 penumpang dengan waktu tempuh tiga jam.

"Integrasi transportasi ini perlu untuk terus dikembangkan. Demi memperkuat keterhubungan antara transportasi jalan, laut, udara dan kawasan strategis lainnya," ujarnya.

Aan mengapresiasi pemerintah Kota Balikpapan dan Provinsi Kalimantan Timur atas dukungan layanan. Pengembangan transportasi publik juga diharapkan menjadi langkah awal penerapan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).

"Kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah kota dan provinsi Kalimantan Timur, kami harap ini dapat menjadi langkah awal. Untuk mengembangkan kawasan yang berorientasi pada transit atau Transit Oriented Development (TOD) sesuai karakteristik dan prinsip penyelenggaraan transportasi jalan," ucap Aan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....