Kebakaran Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Gajah Sumatra Aman
- 23 Agt 2026 16:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhut mengatakan, kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, telah berhasil dipadamkan.
- Kemenhut juga memastikan gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) aman dan tidak terdampak langsung oleh kebakaran tersebut.
- Kemenhut mengapresiasi kepada seluruh personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang telah bekerja bersama dalam penanganan kebakaran serta menjaga keselamatan gajah sumatra.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengatakan, kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, telah berhasil dipadamkan. Tepatnya, pada Sabtu 22 Agustus sekitar pukul 19.00 WIB.
Kemenhut juga memastikan Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) aman dan tidak terdampak langsung oleh kebakaran tersebut. Baik yang berada di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah.
Demikian disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026. Ia mengatakan berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional yang jauh dari lokasi kebakaran.
"Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak," kata Ristianto. Dengan kondisi tersebut, gajah liar maupun gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal. Kebakaran di wilayah Resor Kuala Penet itu terjadi sejak Jumat (21/8).
Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah dilakukan verifikasi lapangan.
Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Mereka terdiri atas Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur.
Kemudian, dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi. Serta Masyarakat Peduli Api.
Pengendalian kebakaran di lapangan turut dipantau langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur. Ristianto menjelaskan proses pemadaman menghadapi sejumlah tantangan, terutama karakteristik lahan gambut, akses menuju lokasi yang sulit, serta sumber air yang berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Bahkan, sebagian lokasi harus dijangkau personel dengan berjalan kaki. "Setelah pemadaman, personel gabungan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul," ujarnya.
Upaya tersebut dinilai penting mengingat karakteristik lahan gambut yang membutuhkan kewaspadaan lebih untuk mencegah munculnya kembali titik api dan potensi kebakaran berulang. Sebagai langkah lanjutan, Balai Taman Nasional Way Kambas akan meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan kawasan.
Kemenhut mengapresiasi kepada seluruh personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang telah bekerja bersama dalam penanganan kebakaran serta menjaga keselamatan gajah sumatra dan satwa liar lainnya. Kemenhut menegaskan pemantauan kawasan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman setelah kebakaran berhasil dikendalikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....