Kemenhut Lanjutkan Pendinginan Area Karhutla Gunung Bromo

  • 17 Agt 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kehutanan terus melakukan pendinginan dan penyisiran area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur
  • Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran
  • Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan pendinginan difokuskan pada sejumlah titik yang masih berpotensi menyimpan panas

RRI.CO.ID, Probolinggo - Kementerian Kehutanan terus melakukan pendinginan dan penyisiran area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan pendinginan difokuskan pada sejumlah titik yang masih berpotensi menyimpan panas. "Pendinginan difokuskan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan panas agar bara benar-benar padam dan tidak kembali merambat ke bagian kawasan yang belum terdampak," kata Dwi, Senin, 17 Agustus 2026.

Setelah hampir dua pekan operasi penanganan, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Balai Besar TNBTS dan unsur terkait masih melakukan pemantauan. Pembasahan juga dilakukan pada sejumlah area bekas terbakar.

Operasi tersebut melibatkan TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat. Kewaspadaan tetap dilakukan karena kebakaran sebelumnya melanda vegetasi savana, cemara gunung, pakis, semak belukar, hingga lapisan serasah yang cukup tebal.

“Kewaspadaan tetap dijaga karena kebakaran sebelumnya melanda vegetasi savana, cemara gunung, pakis, semak belukar. Serta lapisan serasah yang cukup tebal,” ujarnya.

Menurut Dwi, kondisi tersebut memungkinkan bara tetap bertahan meskipun kobaran api sudah tidak terlihat. Tim juga mewaspadai pusaran angin lokal yang berpotensi membawa material ringan maupun bara ke area lain.

Ia menilai penanganan karhutla di Bromo menjadi pembelajaran untuk memperkuat langkah pencegahan selama musim kemarau. Keterlibatan masyarakat sekitar kawasan juga dinilai penting dalam upaya perlindungan hutan.

“Bromo memberi satu pelajaran penting, api mungkin sudah terkendali tetapi ancaman karhutla belum selesai. Pencegahan harus diperkuat dari tingkat tapak, dan pengelola kawasan perlu terus memperkuat keterlibatan masyarakat, bukan hanya dalam pencegahan kebakaran tetapi juga dalam pengelolaan taman nasional,” ucapnya.

Kementerian Kehutanan juga memperkuat kesiapan Manggala Agni, sistem deteksi dini, patroli. Serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Suharyono mengatakan terkendalinya api belum menandai berakhirnya penanganan. Tim masih memastikan seluruh area bekas kebakaran dalam kondisi aman.

“Personel bekerja menghadapi medan dan kondisi kebakaran yang tidak mudah. Terkendalinya api bukan akhir dari pekerjaan, fokus sekarang memastikan seluruh area bekas terbakar benar-benar aman dan tidak ada bara yang kembali menyala,” kata Suharyono.

Kementerian Kehutanan memastikan upaya pengendalian karhutla akan terus diperkuat melalui deteksi dini, respons cepat, kesiapan personel dan peralatan. Serta kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....