Kementerian PU Penuhi Kebutuhan Air Minum dan Sanitasi Pengungsi di Reok NTT
- 23 Agt 2026 04:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KemenPU memperkuat dukungan penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok tersebut yakni Posko Golo Conggo yang menampung 1.111 jiwa dan Posko Barangkolong dengan 1.512 jiwa.
- Sejak pascagempa pada 15 Agustus 2026, kebutuhan air minum di kedua posko didukung unit pengolahan air (HU) dari Pertamina dan Brimob.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat ketersediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur. Layanan darurat ini dipusatkan di Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak.
Sebanyak 1.111 jiwa menempati Posko Golo Conggo dan 1.512 jiwa lainnya berada di Posko Barangkolong. Penyediaan pasokan air bersih pascagempa bumi pada 15 Agustus 2026 didukung oleh unit pengolahan air.
Saat ini lima unit hidran umum (HU) berkapasitas 1.000 liter beroperasi penuh di lokasi pengungsian. Distribusi air bersih menggunakan tiga mobil tangki air (MTA) milik Perusahaan Daerah Air Minum Komodo.
Pasokan air bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan Reok yang beroperasi penuh. Kementerian Pekerjaan Umum berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan seluruh saluran distribusi air bersih.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan komitmen penanganan darurat dalam keterangan resminya pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Bantuan darurat difokuskan untuk memperkuat sarana penunjang bagi seluruh warga yang masih bertahan di pengungsian.
“Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Sarana yang ada kami optimalkan dan peralatan tambahan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Dody.
Kementerian Pekerjaan Umum memobilisasi sarana tambahan dari Lombok Nusa Tenggara Barat menuju ke lokasi pengungsian. Bantuan armada tersebut terdiri atas empat unit MTA, satu mobil vakum, dan satu dump truck.
Pengiriman juga mencakup lima set HU, dua unit MCK portabel, serta satu unit Biority. Peralatan tambahan dari Lombok tersebut diperkirakan akan mendarat di Kecamatan Reok pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.
Petugas langsung menempatkan seluruh peralatan darurat di dua lokasi pengungsian setelah armada bantuan mendarat. Para pengungsi untuk sementara masih memanfaatkan fasilitas mandi cuci kakus darurat serta fasilitas milik warga.
Penambahan unit MCK portabel dan mobil vakum akan memperkuat kapasitas pengelolaan limbah di pengungsian. Langkah cepat ini merupakan bentuk respons konkret pemerintah dalam menangani dampak bencana alam di daerah.
Kementerian Pekerjaan Umum memobilisasi perlengkapan dari wilayah terdekat demi mempercepat pemenuhan fasilitas dasar pengungsi. Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta TNI dan Polri terus diperkuat selama masa tanggap darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....