Pegadaian Perkuat Literasi Keuangan Pengemudi Ojek Pangkalan di Cilandak

  • 22 Agt 2026 05:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pegadaian Area Kebayoran Baru menggelar edukasi literasi keuangan bersama komunitas ojek pangkalan di Learning Corner Pegadaian CP Cilandak, Kamis, 20 Agustus 2026.
  • Edukasi mencakup perencanaan keuangan keluarga, dana darurat, pengelolaan pendapatan harian, serta kewaspadaan terhadap investasi bodong.
  • Program ini diharapkan ikut mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sektor informal.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pegadaian terus memperluas edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat di tingkat akar rumput. Kali ini, Pegadaian Area Kebayoran Baru menggelar edukasi literasi keuangan bersama komunitas ojek pangkalan di Learning Corner Pegadaian CP Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan pengemudi ojek pangkalan dari wilayah Cilandak dan sekitarnya. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola pendapatan harian, menyusun perencanaan keuangan keluarga, menyiapkan dana darurat, serta mengenali risiko investasi ilegal atau investasi bodong.

Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah pilihan layanan keuangan syariah maupun konvensional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek pangkalan, memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Namun, menurutnya, pendapatan yang bersifat harian dan tidak selalu tetap membuat kelompok tersebut membutuhkan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik. Pegadaian juga berkomitmen penuh untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja keras di sektor informal seperti ojek pangkalan.

"Melalui program literasi keuangan ini, kami ingin mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial. Namun, juga memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh melalui instrumen pengelolaan dana yang aman, legal, dan terpercaya," ujar Maryono.

Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Area Kebayoran Baru, M. Noer Udin Nastain, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian mendekatkan akses terhadap layanan keuangan kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi tidak hanya berisi pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkenalkan berbagai solusi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat.

"Melalui kegiatan di Learning Corner Cabang Cilandak ini, kami berupaya mendekatkan berbagai solusi finansial Pegadaian—seperti Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja, hingga kemudahan transaksi digital. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan secara langsung oleh para pengemudi ojek pangkalan dalam mengelola pendapatan harian mereka agar lebih terencana dan berkelanjutan," kata M. Noer Udin Nastain.

Selain materi literasi keuangan, peserta mendapat panduan praktis menggunakan aplikasi TRING by Pegadaian. Aplikasi tersebut diperkenalkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari menabung emas dengan nominal terjangkau, pembayaran tagihan, hingga pengajuan pembiayaan.

Kegiatan juga diisi dengan penyerahan apresiasi secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek pangkalan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Peserta diberi kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan pendapatan, tabungan, pembiayaan, dan perlindungan dari berbagai risiko keuangan.

Pegadaian Area Kebayoran Baru berharap edukasi semacam ini dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat sesuai kebutuhan.

Melalui pendekatan tersebut, Pegadaian berupaya menempatkan literasi keuangan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Sehingga, pekerja sektor informal dapat mengelola pendapatan secara lebih bijak, membangun ketahanan ekonomi keluarga, serta merencanakan masa depan secara lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....