Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB di Sulteng melalui CKG

  • 22 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya deteksi dini tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah (Sulteng).
  • Salah satunya melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus TB di 508 lokasi yang tersebar di 13 kabupaten/kota.
  • Selain memperluas lokasi pemeriksaan, Kemenkes juga menyiapkan 16 alat X-ray untuk mendukung deteksi TB di Sulawesi Tengah.

RRI.CO.ID, Palu - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya deteksi dini tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah (Sulteng). Salah satunya melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus TB di 508 lokasi yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus TB, sehingga pasien yang teridentifikasi dapat segera memperoleh pengobatan. Sekaligus memutus rantai penularan.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, program CKG khusus TB akan dilaksanakan secara nasional di 53.335 lokasi. Setiap kegiatan ditargetkan melayani sekitar 100 orang.

“Kita akan lakukan CKG khusus TB di 53.335 lokasi se-Indonesia. Satu kali kegiatan 100 orang. Di Provinsi Sulteng, kita akan lakukan di sebanyak 508 lokasi CKG,” kata Benjamin di Palu, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurutnya, percepatan penemuan kasus menjadi penting karena masih terdapat penderita TB yang belum terdeteksi. Berdasarkan tren data 2025, diperkirakan terdapat sekitar 1,09 juta kasus TB di Indonesia, tetapi baru sekitar 867.000 kasus atau 80 persen yang berhasil ditemukan.

Benjamin mengatakan masyarakat yang teridentifikasi mengidap TB akan segera mendapatkan pengobatan. Selain menangani pasien, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita.

“Pemeriksaan dan pemberian terapi pencegahan kepada kontak serumah” menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TB. Sekaligus mencegah munculnya kasus baru.

Pelaksanaan CKG khusus TB di Sulawesi Tengah juga dapat melibatkan berbagai pihak. Termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta.

Keterlibatan tersebut tidak hanya dalam pemeriksaan, tetapi juga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai TB.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran operasional sebesar Rp7,5 juta untuk setiap kegiatan CKG.

“Bisa melibatkan swasta, tidak semuanya harus dikerjakan oleh puskesmas. Bisa juga untuk melakukan edukasi dari perguruan tinggi,” ujar Benjamin.

Selain memperluas lokasi pemeriksaan, Kemenkes menyiapkan 16 alat X-ray untuk mendukung deteksi TB di Sulawesi Tengah. Ia menjelaskan, perangkat tersebut memiliki berat sekitar tiga kilogram sehingga relatif mudah dibawa dan digunakan di berbagai lokasi untuk mendukung pemeriksaan masyarakat.

Dengan dukungan pemeriksaan dan peralatan tersebut, Kemenkes berharap penemuan kasus TB di Sulawesi Tengah dapat semakin luas. Pasien yang terdeteksi pun diharapkan bisa segera mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan di tengah masyarakat dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....