Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT

  • 17 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi dengan fokus pada rumah sakit dan puskesmas.
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan target seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu minggu.
  • Pemulihan fungsi rumah sakit menjadi prioritas utama dalam upaya memastikan pelayanan medis masyarakat tetap optimal pasca-bencana alam.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemulihan layanan kesehatan difokuskan pada rumah sakit dan puskesmas terdampak agar pelayanan medis masyarakat tetap berjalan optimal.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemulihan fungsi rumah sakit menjadi prioritas utama. Kemenkes menargetkan seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu minggu.

“Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurutnya, pemulihan rumah sakit difokuskan pada layanan esensial, terutama operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa. Laporan situasi per 15 Agustus mencatat gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.

Wilayah terdampak meliputi Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur. Dua fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian khusus adalah RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng.

“Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut,” ujarnya.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kementerian Kesehatan mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil pada Senin (17/8/2026). Fasilitas tersebut dilengkapi ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis dasar dan penanganan ke gawat darurat an.

Untuk memperkuat sistem rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. RSUD Borong sebelumnya masuk Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam, sedangkan RSUD Komodo memiliki target rujukan empat jam.

“Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas rusak akibat gempa dapat kembali beroperasi maksimal dalam waktu dua minggu. Pelayanan dasar ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi prioritas utama selama proses pemulihan layanan kesehatan,” kata Menkes Budi menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....