Kementerian PU Pastikan Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa Manggarai Bara

  • 22 Agt 2026 10:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mempercepat pemeriksaan keandalan bangunan strategis terdampak gempa di Manggarai Barat
  • Sejumlah fasilitas publik dinyatakan dapat digunakan kembali setelah melalui pemeriksaan tekni
  • Puskesmas Batu Cermin, Puncak Waringin, dan Kantor Mako Polres masih memerlukan pemeriksaan lanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penilaian keandalan bangunan strategis terdampak gempa di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan fasilitas pelayanan publik dapat kembali digunakan secara aman oleh masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan pascabencana diarahkan agar masyarakat segera kembali beraktivitas dan memperoleh layanan dasar. Menurutnya, pemulihan sarana terdampak menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan masyarakat kembali berjalan.

“Kementerian PU akan terus membantu pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dan mendapatkan pelayanan dasar dengan baik,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Adapun penilaian dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya pada sejumlah fasilitas strategis di Kabupaten Manggarai Barat. Lokasi pemeriksaan meliputi kawasan Batu Cermin, Puskesmas Batu Cermin, hingga Kantor Bupati Manggarai Barat.

Pemeriksaan juga dilakukan pada kawasan Puncak Waringin, Kantor Mako Polres, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo. Selain itu, penilaian mencakup Sistem Penyediaan Air Minum Wae Mese sebagai infrastruktur layanan dasar masyarakat.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah fasilitas strategis dinyatakan dapat kembali digunakan setelah penilaian cepat. Kantor Bupati Manggarai Barat dinyatakan dapat beroperasi kembali untuk mendukung pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

RSUD Komodo juga dinyatakan dapat digunakan kembali setelah pemeriksaan terhadap sejumlah gedung pelayanan kesehatan. Gedung tersebut meliputi IGD/Ponek, Gedung Pratama, Gedung 1B, serta Gedung D dan E.

Pada sektor air minum, infrastruktur pengolahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese dinyatakan dapat digunakan kembali. Sementara kantor operasional SPAM Wae Mese masih berstatus penggunaan terbatas berdasarkan hasil penilaian teknis.

Penataan Kawasan Batu Cermin juga dinyatakan dapat digunakan kembali setelah pemeriksaan cepat dilakukan. Namun, Puskesmas Batu Cermin, Puncak Waringin, dan Kantor Mako Polres masih memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Meike Kencanawulan mengatakan pemeriksaan tidak sekadar mendata kerusakan bangunan. Ia menyebut pemeriksaan juga memastikan fasilitas pelayanan masyarakat aman digunakan setelah terdampak guncangan gempa.

“Kami bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas-fasilitas yang menjadi bagian penting dari pelayanan masyarakat,” ucapnya. Ia menegaskan setiap bangunan harus melalui pemeriksaan teknis sebelum kembali digunakan untuk pelayanan publik.

Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat dan pengelola fasilitas terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan rekomendasi pemeriksaan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing bangunan.

Pemulihan dilakukan bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pelayanan dasar. Langkah tersebut mencakup layanan pemerintahan, kesehatan, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....