Kementerian PU Percepat Identifikasi Infrastruktur Terdampak Gempa NTT

  • 21 Agt 2026 23:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mempercepat identifikasi kerusakan infrastruktur terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur
  • Kerusakan jaringan irigasi ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Mbay dan Wae Mantar
  • Kementerian PU juga terus menyalurkan air bersih dan air mineral bagi masyarakat terdampak gempa

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat identifikasi kerusakan infrastruktur terdampak pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan tersebut diprioritaskan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mendukung pemulihan fungsi infrastruktur terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan masyarakat terdampak. Ia menyebut pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama proses penanganan bencana berlangsung.

“Kami terus melakukan identifikasi dan penanganan terhadap infrastruktur yang terdampak gempa, yang utama adalah memastikan keselamatan masyarakat. Kemudian, memenuhi kebutuhan dasar di lokasi terdampak, serta segera menyiapkan langkah penanganan agar fungsi infrastruktur dapat kembali berjalan,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Hingga 20 Agustus 2026, kerusakan sejumlah jaringan irigasi telah teridentifikasi pada beberapa wilayah terdampak. Kerusakan tersebut mencakup struktur bangunan, saluran irigasi, talang, jalan inspeksi, hingga rumah jaga.

Pada Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan Lanjutan, kerusakan ditemukan pada struktur beton bertulang bangunan bagi. Adapun kerusakan lainnya meliputi saluran, talang, badan jalan inspeksi, serta rumah jaga di wilayah tersebut.

Sementara itu, DI Mbay Kiri Lanjutan mengalami kerusakan saluran tersier sepanjang 250 meter. Patahan juga ditemukan pada tiga titik dengan luas lahan terdampak sekitar 175 hektare.

Kerusakan akibat longsor turut ditemukan pada Sub DI Wae Cecu di DI Wae Mantar. Saluran primer sepanjang 100 meter mengalami kerusakan akibat longsor pada lokasi tersebut.

Kerusakan longsoran tebing juga ditemukan pada saluran primer sepanjang 650 meter di Sub DI Wae Mau. Sub tersebut merupakan bagian dari Daerah Irigasi Wae Mantar di wilayah terdampak gempa NTT.

Selain infrastruktur, Kementerian PU juga terus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa. Di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke posko pengungsian.

Dukungan 20.000 liter air bersih juga diberikan kepada masyarakat Desa Berangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, melalui sejumlah titik. Sebanyak 5.000 liter disalurkan untuk pengungsian mandiri, sementara sisanya menuju dua fasilitas pemerintah.

Sebanyak 5.000 liter menuju Komando Distrik Militer (Kodim) Reok, serta 10.000 liter Kepolisisan Sektor (Polsek) Reok. Selain air bersih, Kementerian PU menyalurkan sebanyak 150 dus air mineral di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Kementerian PU akan terus memantau infrastruktur terdampak sebagai dasar menentukan penanganan selanjutnya. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga disesuaikan dengan kondisi lapangan selama proses penanganan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....