Wali Kota Jaksel Ungkap Pendataan Jadi Tantangan Percepatan Bedah Rumah

  • 21 Agt 2026 21:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pendataan menjadi salah satu faktor penghambat percepatan program bedah rumah di Jakarta Selatan
  • Jakarta Selatan mencatat 141.538 rumah tidak layak huni berdasarkan data pemerintah kota
  • Dari 10.300 alokasi bedah rumah untuk Jakarta, sebanyak 2.000 unit diperuntukkan bagi Jakarta Selatan

RRI.CO.ID, Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengungkap pendataan menjadi salah satu faktor penghambat percepatan program bedah rumah di wilayahnya. Ia menyebut, pemerintah kota kini terus berupaya menyiapkan konsolidasi bersama camat dan organisasi perangkat daerah untuk mempercepat pendataan tersebut.

Syafrin mengatakan konsolidasi dilakukan setelah pemerintah kota memperoleh informasi terkait pelaksanaan program bedah rumah dari Kementerian PKP. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat pendataan sekaligus menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

“Memang targetnya pertama di Kecamatan Tebet ini. Jadi memang untuk Kecamatan Tebet, selain Manggarai, juga ada di Bukit Duri yang cukup tinggi,” kata Syafrin saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meninjau rumah penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kecamatan Tebet, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Syafrin juga mengungkap terdapat sebanyak 141.538 rumah tidak layak huni (RTLH) di Jakarta Selatan berdasarkan data pemerintah kota. “Memang secara data ada 141.538 di Jakarta Selatan rumah yang tidak layak, dari rujukan 823.000,” ucap Syafrin.

Sementara itu, Kementerian PKP mengalokasikan 10.300 unit bedah rumah untuk wilayah Jakarta sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, Jakarta Selatan mendapatkan alokasi sebanyak 2.000 unit bedah rumah.

Menteri PKP Maruarar Sirait meminta Pemerintah Kota Jakarta Selatan segera menetapkan lokasi bedah rumah. Ia meminta penentuan titik penerima segera diselesaikan semua agar program dapat langsung berjalan.

“Kalau boleh hari ini sudah selesai 2.000 itu titiknya di mana, kemudian persyaratannya sosialisasi seperti apa. Jadi udah segera bisa berjalan,” ujar Menteri yang akrab disapa Ara itu.

Di sisi lain, salah satu penerima manfaat program Ahmad Sukarelani mengungkapkan sangat bersyukur atas bantuan yang didapat. Ia mengaku belum pernah menerima bantuan bedah rumah selama puluhan tahun menempati rumahnya.

“Alhamdulillah, dapat rejeki, alhamdulillah banget. Bersyukur saya atas bantuan dari presiden prabowo, bapak menteri, bapak wali kota, berkah ya buat semua,” ujarnya.

Perbaikan rumah Ahmad dijadwalkan dimulai pada 16 September dan ditargetkan selesai pada 16 November 2026. Program tersebut menjadi bagian upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat membutuhkan.

Sebagai informasi, untuk Jakarta Selatan rencana alokasi bedah rumah tersebar di sepuluh kecamatan dengan jumlah berbeda sesuai hasil verifikasi. Untuk Kecamatan Tebet mendapat alokasi 682 unit, disusul Pasar Minggu sebanyak 677 unit dalam program tersebut.

Selanjutnya, Kebayoran Baru mendapat 175 unit, Cilandak 165 unit, dan Setia Budi sebanyak 80 unit. Alokasi lainnya mencakup Jagakarsa 63 unit, Pancoran 45 unit, Pesanggrahan 30 unit, serta Mampang 13 unit.

Sementara itu, Kecamatan Kebayoran Lama tercatat mendapat alokasi sebanyak 12 unit bedah rumah. Alokasi tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus mendukung pencapaian Program Tiga Juta Rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....