Guru Besar Kebijakan Publik Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia

  • 18 Agt 2026 01:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa
  • Tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa
  • Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Publik, Prof. Andy Fefta Wijaya dari Universitas Brawijaya, Malang, mengajak anak muda, khususnya mahasiswa, untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan prestasi

RRI.CO.ID, Malang - Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa. Tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Publik, Prof. Andy Fefta Wijaya dari Universitas Brawijaya, Malang, mengajak anak muda, khususnya mahasiswa, untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan prestasi. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah Indonesia ke depan, terutama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Semangat kemerdekaan harus diteruskan oleh generasi muda melalui karya, prestasi, inovasi, dan kontribusi nyata. Anak muda dan mahasiswa harus mampu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk terus mengembangkan diri,” kata Prof. Andy, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia menilai, kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh generasi terdahulu perlu dimaknai lebih jauh. Tentu dengan menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.

Di sisi lain, Prof. Andy juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, terutama di ruang digital. Menurutnya, derasnya arus informasi membuat masyarakat, khususnya anak muda, perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah termakan hoaks dan disinformasi. Anak muda harus kritis dalam menerima informasi, melakukan verifikasi, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Menurut Prof. Andy, menjaga kemerdekaan di era digital tidak hanya dilakukan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui sikap bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem digital yang sehat dengan menyebarkan informasi yang mencerdaskan dan membangun.

Ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi energi bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, berprestasi. Sekaligus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan informasi dan perubahan sosial.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Generasi muda hari ini akan menjadi bagian penting dari wajah Indonesia di masa depan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....