Rumah Sehat BAZNAS Hadir di Jepara, Perluas Layanan Kesehatan Gratis
- 16 Agt 2026 02:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Jepara meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di kompleks Pondok Pesantren Balekambang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
- Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pembangunan RSB Balekambang merupakan ikhtiar BAZNAS menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.
- Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maemon mengapresiasi BAZNAS yang menambah fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.
RRI.CO.ID, Jepara - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Jepara meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di kompleks Pondok Pesantren Balekambang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi upaya memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan beroperasinya RSB Balekambang, jumlah Rumah Sehat BAZNAS di Jawa Tengah bertambah menjadi lima. Sebelumnya, RSB telah beroperasi di Brebes, Kendal, Sragen, dan Karanganyar.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pembangunan RSB Balekambang merupakan ikhtiar BAZNAS menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi bentuk dukungan BAZNAS terhadap program pemerintah di bidang kesehatan.
"Dengan diresmikannya RSB di kompleks Pondok Pesantren Balekambang, Kabupaten Jepara, di Provinsi Jawa Tengah sudah ada lima rumah sehat yang beroperasi. Sementara yang sudah beroperasi secara nasional sebanyak 33 RSB, lima RSB masih dalam proses pembangunan, sehingga total terdapat 38 RSB," ujar Sodik.
RSB Balekambang telah resmi beroperasi dengan menyediakan sejumlah layanan kesehatan. Layanan tersebut meliputi poli umum, poli gigi, kesehatan ibu dan anak, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans.
Sodik mengatakan, dukungan BAZNAS RI untuk pembangunan RSB Balekambang mencapai lebih dari Rp2 miliar. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dikelola secara profesional dan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Pengelolaan harus lebih profesional, mengembangkan kolaborasi dan memanfaatkan SDM setempat, termasuk santri-santri. Bahkan, dokter-dokternya juga ada yang santri dan hafal Al-Qur'an, itulah semangat yang kita kembangkan," ucapnya.
BAZNAS juga menjajaki kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar RSB Balekambang dapat melayani peserta BPJS setelah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan. Selain itu, BAZNAS akan memberikan dukungan Kartu Sehat BAZNAS bagi masyarakat yang belum mendapatkan layanan BPJS.
"BAZNAS selain membangun RSB pada periode ini juga akan memberikan dukungan Kartu Sehat BAZNAS bagi mereka yang tidak mendapatkan BPJS. Jadi, pasiennya bisa pasien umum, pasien BPJS jika sudah diizinkan, dan pasien yang mendapatkan Kartu Sehat dari BAZNAS," jelas Sodik.
Sodik menegaskan, keberadaan RSB merupakan wujud nyata pemanfaatan amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki dan donatur. BAZNAS berharap layanan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.
"Mudah-mudahan BAZNAS juga makin dipercaya, makin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS, semakin banyak juga RSB yang memberikan manfaat, khususnya di 88 kabupaten/kota yang masih ada ekstrem," ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maemon mengapresiasi BAZNAS yang menambah fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah. Ia menyambut baik kehadiran RSB di lingkungan pondok pesantren karena manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
"Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS. Hari ini Jawa Tengah mendapatkan satu tambahan, sehingga bertambah menjadi lima rumah sehat," ucap Taj Yasin.
Menurut Taj Yasin, keberadaan RSB memberikan manfaat ganda bagi masyarakat dan penguatan ekosistem BAZNAS. Pengelolaan yang baik diharapkan meningkatkan akses kesehatan sekaligus mendorong kepercayaan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS.
"Harapannya selain memberikan dampak kesehatan dan kebermanfaatan di tengah-tengah masyarakat, kalau berkembang baik juga akan menambah BAZNAS. Ada sisihan zakatnya nanti bisa masuk ke BAZNAS lagi untuk mengembangkan BAZNAS," ujarnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua MUI Jawa Tengah Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala PLN Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPJS Jepara, Kepala BPJS Kudus, Kepala Perwakilan PT Asuransi Ramayana Kudus Totok Santoso, Amd., jajaran OPD dan dinas terkait, Forkopimda Jepara, serta Forkopimcam Mayong dan Nalumsari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....