Nelayan Tanjung Kait Keluhkan Sulitnya Akses KUR
- 13 Agt 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nelayan Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan sulitnya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
- Mereka berharap skema pembiayaan perbankan dapat lebih mudah disesuaikan dengan kondisi usaha nelayan.
- Habib Idrus menyatakan aspirasi nelayan terkait pembiayaan akan diperjuangkan melalui Komisi XI DPR RI.
RRI.CO.ID, Tangerang - Nelayan Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, membutuhkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih mudah. Nelayan menginginkan skema pembiayaan perbankan menyesuaikan karakter usaha serta pendapatan yang bergantung musim dan cuaca.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang, Abudin, menyebut pendapatan tidak tetap menghambat pengajuan KUR. Kebutuhan pembiayaan nelayan Tanjung Kait berkisar Rp10 juta hingga Rp100 juta untuk perbaikan kapal.
“Nelayan membutuhkan akses pembiayaan yang mudah karena penghasilan mereka sangat bergantung pada kondisi laut dan cuaca,” ujar Abudin dalam keterangan kepada RRI.co.id , Kamis, 13 Agustus 2026.
Sejumlah nelayan disebut terjerat utang kepada tengkulak akibat terbatasnya akses terhadap lembaga keuangan resmi.
Kondisi tersebut dinilai semakin membebani ekonomi keluarga nelayan yang masih bergantung pada hasil melaut.
Dalam kunjungan Habib Idrus ke Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, warga pun banyak bercerita, Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertemuan itu menjadi wadah penyampaian persoalan ekonomi nelayan serta aspirasi penguatan ekonomi keluarga setempat.
Warga juga menyampaikan aspirasi penguatan ekonomi keluarga melalui pembinaan UMKM dan pelatihan pengolahan hasil laut. Pelatihan tersebut diharapkan mengubah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah bagi pendapatan keluarga nelayan.
Habib Idrus menyatakan aspirasi pembiayaan nelayan akan diperjuangkan melalui Komisi XI DPR RI dalam pembahasan terkait. Komisi XI DPR RI membidangi sektor keuangan, termasuk urusan perbankan dan lembaga pembiayaan nasional.
“Hal-hal yang menjadi kewenangan kita akan kita perjuangkan dalam rapat kerja,” kata Habib Idrus.
Habib Idrus juga akan mendorong komunikasi lebih lanjut dengan pihak perbankan mengenai skema pembiayaan nelayan. Langkah tersebut diarahkan agar skema KUR lebih sesuai dengan karakter usaha dan pendapatan nelayan setempat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari penyerahan bantuan jaring kepada para nelayan di Tanjung Kait. Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Iyan Mulyana dan Ketua DPC PKS Mauk Musa.
Para nelayan berharap bantuan tersebut mendukung aktivitas melaut sekaligus membuka akses pembiayaan yan1q1qqg lebih mudah. Mereka juga berharap aspirasi KUR dan penguatan ekonomi keluarga segera memperoleh tindak lanjut pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....