Komisi I DPR Minta Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

  • 12 Agt 2026 18:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. Pasalnya, ruang digital telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.

Cindy mengatakan internet tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar, mengembangkan kreativitas, membangun jejaring, hingga menciptakan peluang ekonomi. Menurutnya, berbagai manfaat tersebut harus diimbangi dengan kemampuan memahami dan mengantisipasi risiko keamanan digital.

“Ruang digital memberikan banyak peluang, tetapi juga memiliki risiko. Karena itu, generasi muda harus cerdas menggunakan teknologi, mampu menjaga data pribadi, dan memahami keamanan digital,” ujar Cindy dalam Sosialisasi Merajut Nusantara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI bertema “Generasi Muda Cerdas dalam Keamanan Digital” di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis 9 Juli 2026.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Informasi yang viral dan banyak dibagikan belum tentu benar sehingga perlu diperiksa sumber, konteks, dan kebenarannya sebelum diteruskan.

Karena itu, Cindy mengajak generasi muda menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dalam setiap aktivitas di ruang digital. “Jangan langsung percaya hanya karena informasi itu viral," katanya.

Selain informasi, Cindy menekankan pentingnya perlindungan data pribadi. Data seperti identitas, nomor telepon, alamat email, informasi rekening, kata sandi, dan kode autentikasi harus dijaga serta tidak diberikan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Ia mengibaratkan data pribadi seperti kunci rumah yang tidak boleh diberikan kepada sembarang orang. Kelalaian menjaga data dapat membuka peluang terjadinya penipuan, pencurian identitas, hingga berbagai kejahatan siber.

Cindy juga mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif. Media digital dapat digunakan untuk belajar, mengikuti pelatihan, membangun jejaring, memasarkan produk, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan peluang ekonomi.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kementerian Komunikasi dan Digital, Ir. Mochamad Hadiyana, mengatakan transformasi digital membutuhkan dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, kebijakan, dan tata kelola yang baik. Menurutnya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, big data, cloud computing, robotika, dan drone memberikan peluang besar bagi masyarakat.

Namun, pemanfaatannya harus tetap memperhatikan aspek keamanan, etika, inklusivitas, dan keberlanjutan. Hadiyana menambahkan, peningkatan akses dan aktivitas digital juga diikuti sejumlah risiko, seperti penipuan daring, pencurian data pribadi, perundungan siber, hoaks, ujaran kebencian, kecanduan digital, hingga penyalahgunaan teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Pegiat Literasi Fatimah, S.Pd., menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran siber masyarakat. Ia menyebut sejumlah ancaman yang perlu diwaspadai, antara lain phishing, penipuan online, kebocoran data, cyberbullying, judi online, serta hoaks dan disinformasi.

Fatimah menjelaskan, phishing dapat dilakukan melalui tautan, email, atau pesan palsu untuk mencuri data pribadi, kata sandi, maupun kode OTP. Karena itu, masyarakat perlu memperkuat empat pilar literasi digital, yakni Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics, dan Digital Safety.

Ia juga mengingatkan masyarakat menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA), tidak membagikan kode OTP, memeriksa tautan sebelum mengklik, serta membatasi informasi pribadi yang diunggah ke media sosial. Fatimah menilai pembangunan ruang digital yang aman tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan pemblokiran.

Upaya tersebut perlu diperkuat melalui edukasi, literasi digital, serta kolaborasi pemerintah, platform digital, media, komunitas, dan masyarakat. Melalui kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara, Komisi I DPR RI bersama BAKTI Komdigi mendorong generasi muda menjadi pengguna teknologi yang tidak hanya cakap, tetapi juga kritis, aman, etis, dan produktif.

Cindy menegaskan keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda diharapkan mampu menjaga data pribadi, menyaring informasi, memperkuat keamanan akun, memahami risiko kejahatan siber, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....