Krisis Air Bersih di Tangsel Merambah ke Sekolah

  • 12 Agt 2026 03:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Krisis air bersih Tangsel meluas hingga SDN Kademangan 02 dan berdampak pada 478 guru serta murid.
  • BPBD mencatat 13 titik kekeringan dengan 1.674 jiwa terdampak berdasarkan data hingga 10 Agustus 2026.
  • Warga mengharapkan pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi sebagai solusi air bersih permanen

RRI.CO.ID, Tangerang - Krisis air bersih di Kota Tangerang Selatan kini berdampak pada 478 guru dan murid SDN Kademangan 02. Kekeringan juga telah meluas hingga 13 titik berdasarkan permintaan bantuan yang diterima BPBD.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat 1.674 jiwa terdampak kekeringan. Data tersebut berasal dari 317 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan Essa Nugraha menyampaikan perkembangan tersebut pada Selasa, 11 Agustus 2026. BPBD mencatat permintaan bantuan kekeringan sejak 8 Juli hingga 10 Agustus 2026.

"Salah satu lokasi tambahan yang mengalami krisis air bersih berada di SDN Kademangan 02. Sebanyak 478 guru dan murid di sekolah tersebut turut terdampak kondisi kekeringan," ujar Essa Nugraha, Selasa 11 Agustus 2026.

BPBD Kota Tangerang Selatan mendistribusikan air bersih setiap hari kepada masyarakat terdampak kekeringan. Volume distribusi harian tersebut mencapai puluhan ribu liter untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Rata-rata per harinya kita distribusi ke masyarakat 20 ribu sampai 30 ribu liter per harinya," kata Essa.

Selama periode pendataan, BPBD telah menyalurkan 281.150 liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menyiapkan tempat penampungan air di sejumlah lokasi kekeringan.

"Hingga saat ini, tercatat 317 KK (Kepala Keluarga, Red) atau 1.674 jiwa terdampak kekeringan. Selain mendistribusikan air melalui tangki, Pemkot Tangsel juga menyiapkan tempat penampungan air di lokasi terdampak," ucapnya.

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mendistribusikan 135 toren kepada sejumlah titik kekeringan di wilayah tersebut. Setiap toren memiliki kapasitas sekitar 2.000 liter untuk menampung bantuan air bersih.

Ketua RW 02 Kampung Koceak, Keranggan, Kota Tangerang Selatan, Nasrullah menyebut tiga RT terdampak kekeringan. Ketiga wilayah tersebut mencakup RT 04, RT 05, dan RT 06 di lingkungan setempat.

"Wilayah saya semuanya terdampak kekeringan. Karena setiap RT ada memang warga per-KK itu ada yang kekeringan," ujar Nasrullah.

Nasrullah mengatakan jumlah warga yang mengalami kesulitan air terus bertambah dibandingkan kondisi sebelumnya. Bantuan pemerintah kini dikirim setiap hari dan ditampung menggunakan toren yang tersedia.

"Alhamdulillah dibantu dari pertama kami berkoordinasi dengan kelurahan, beserta BPBD yang menangani ini, semua terkirim, terbantu, sehingga yang tadinya dua hari sekali, sekarang setiap hari sekali," katanya.

Nasrullah menilai distribusi tangki air hanya menjadi solusi sementara bagi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan. Warga berharap pemerintah membangun sumur bor dan jaringan pipanisasi sebagai fasilitas air bersih permanen.

"Alhamdulillah ada warga yang berkenan memberikan tanah misalkan empat meter persegi untuk diborkan air sama dibikin toren, sehingga nantinya air itu bisa dimanfaatkan oleh warga dan kami difasilitasi pipanisasinya," ujarnya.

Nasrullah menyatakan pengurus RT dan RW siap berkolaborasi dengan pemerintah mencari solusi jangka panjang. Warga juga bersedia mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas air bersih permanen.

"Kami RT/RW ingin berkolaborasi dengan pemerintahan yang mana kami sendiri yang berhadapan langsung," ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....