BPBD Jambi Siapkan 81 Posko Terpadu Cegah Karhutla
- 10 Agt 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Jambi telah menyiapkan 81 posko terpadu yang strategis ditempatkan di wilayah-wilayah rawan kebakaran untuk mengantisipasi musim kemarau 2026.
- Personil yang ditempatkan di posko melakukan kegiatan sosialisasi, edukasi, sambang, dan patroli secara aktif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
- Upaya pencegahan kebakaran melibatkan koordinasi berbagai unsur untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat di tingkat lapangan.
RRI.CO.ID, Jakarta – BPBD Jambi menyiapkan 81 posko terpadu untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Posko tersebut ditempatkan di wilayah rawan kebakaran selama musim kemarau 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan posko melibatkan berbagai unsur. Personil ditempatkan untuk melakukan sosialisasi, edukasi, sambang, dan patroli di wilayah rawan.
“Sebanyak 81 posko terpadu ditempatkan di wilayah rawan karhutla. Kami melakukan sosialisasi, edukasi, sambang, dan patroli,” ujarnya saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Andre menjelaskan, 11 posko dibiayai melalui APBD Provinsi Jambi. Sementara itu, 70 posko lainnya melibatkan dukungan dari pelaku dunia usaha.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan karhutla yang diterapkan BPBD Jambi sepanjang 2026. Pencegahan diprioritaskan karena kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan.
BPBD Jambi juga mendorong pembukaan lahan tanpa bakar melalui program peminjaman alat berat. Program tersebut ditujukan untuk mengurangi kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.
Andre mengatakan pemerintah juga telah menetapkan larangan pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Kebijakan tersebut diperkuat melalui maklumat Kapolda Jambi terkait larangan pembakaran.
Selain pencegahan, BPBD Jambi menyiapkan pemadaman melalui jalur darat dan udara. BNPB telah memperbantukan dua helikopter water bombing untuk mendukung penanganan karhutla.
“Kalau sudah terjadi kebakaran, penanganannya sangat sulit. Karena itu, kami mengupayakan langkah-langkah pencegahan,” katanya.
Andre menyebut akses sulit menjadi salah satu kendala utama penanganan karhutla di sejumlah wilayah Jambi. Minimnya sumber air, angin kencang, dan lahan gambut turut memperlambat proses pemadaman.
BPBD Jambi terus mengintensifkan patroli serta sosialisasi di titik-titik rawan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mempercepat deteksi potensi karhutla. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....