BMKG Deteksi 40 Titik Panas di Babel, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
- 10 Agt 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendeteksi 40 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut pada Senin 10 Agustus 2026.
- Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan selama musim kemarau.
- Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel Slamet Supriyadi mengatakan, puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah.
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendeteksi 40 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut pada Senin 10 Agustus 2026. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan selama musim kemarau.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel Slamet Supriyadi mengatakan, puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan. "Hotspot ini bukan berarti telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini," kata Slamet saat apel pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di Pangkalpinang, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, hotspot berbeda dengan titik api (firespot). Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu yang terdeteksi melalui pemantauan. Sedangkan firespot menunjukkan lokasi kejadian kebakaran.
BMKG, kata Slamet, melakukan pemantauan titik panas setiap hari. Hasil pemantauan tersebut kemudian diinformasikan kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kepulauan Babel untuk diteruskan kepada masyarakat.
"Selama musim kemarau tahun ini, titik panas yang terdeteksi cukup banyak. Tetapi bukan berarti telah terjadi kebakaran di titik tersebut," ujarnya.
Slamet mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau. Kondisi semak belukar dan hutan yang mulai mengering membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Ini untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar yang merugikan masyarakat lainnya," katanya.
Ia menambahkan, imbauan serupa telah disampaikan Gubernur dan Kapolda Kepulauan Babel dalam apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026.
"Hari ini Gubernur dan Kapolda Kepulauan Babel telah melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan sengaja. Karena potensi terjadinya kebakaran cukup tinggi mengingat kondisi semak belukar dan hutan yang mulai mengering," ujar Slamet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....