Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Total akibat Kebakaran Hutan Meluas

  • 10 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TNBTS menutup total lima akses wisata Gunung Bromo akibat kebakaran sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang akan diberitahukan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo. Ini dilakukan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran yang meluas di kawasan Kaldera Bromo.

Penutupan berlaku sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Kebijakan tersebut ditetapkan hingga batas waktu yang akan diumumkan lebih lanjut.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan keputusan itu mempertimbangkan kondisi kebakaran terkini. Selain mempercepat pemadaman, penutupan juga dilakukan demi keamanan dan keselamatan wisatawan.

‘Kunjungan wisata Bromo dari semua pintu masuk ditutup,” katanya, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. “Ini dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung.”

Lima akses wisata Gunung Bromo ditutup selama kebijakan tersebut berlaku. Di antaranya Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.

Dari Kabupaten Malang, terdapat dua akses yang ditutup yaotu Jemplang dan Coban Trisula. Sedangkan satu akses lainnya berlokasi di Senduro, Kabupaten Lumajang.

Bagi wisatawan yang sudah membeli tiket melalui aplikasi booking online TNBTS, tersedia opsi penjadwalan ulang. Wisatawan juga dapat mengajukan pengembalian dana atau refund sesuai ketentuan yang berlaku.

Rudi mengatakan wisatawan perlu terlebih dahulu mengisi formulir yang disediakan melalui admin aplikasi booking online TNBTS. Kebijakan tersebut berlaku bagi wisatawan dengan jadwal kunjungan saat periode penutupan.

Humas Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyo, mengimbau masyarakat dan wisatawan mematuhi kebijakan tersebut. Pelaku usaha jasa wisata juga diminta menghentikan aktivitas di kawasan TNBTS selama penutupan.

Masyarakat diingatkan untuk turut menjaga kawasan TNBTS dari potensi kebakaran. Penggunaan api di kawasan konservasi juga diminta menjadi perhatian bersama demi keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....