TNBTS Duga Kebakaran Gunung Bromo Dipicu Ulah Manusia
- 07 Agt 2026 17:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran Gunung Bromo menghanguskan sekitar 120 hektare, diduga dipicu aktivitas manusia, bukan faktor alam.
- Medan curam menyulitkan pemadaman sehingga petugas mengerahkan helikopter dan drone water spray.
- Proses pemadaman dan pemantauan masih berlangsung, sementara masyarakat diimbau mencegah kebakaran serupa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo telah menghanguskan sekitar 120 hektare kawasan konservasi. Petugas memastikan api bukan dipicu faktor alam, melainkan diduga kuat berasal dari aktivitas manusia di kawasan perbukitan setempat.
Titik awal kebakaran diduga muncul dari punggungan Blok Bantengan menuju kawasan Argosari. Lokasi tersebut tergolong sulit dijangkau sehingga proses penanganan kebakaran menghadapi tantangan besar sejak awal kejadian.
"Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, cuaca kering memang memperbesar kobaran api. Tetapi bukan menjadi penyebab munculnya titik awal kebakaran.
Dugaan tersebut diperkuat berdasarkan lokasi kemunculan api yang berada di jalur tradisional masyarakat menuju kawasan Jantur dan Argosari. Medan berbukit yang curam membuat petugas kesulitan menjangkau titik api menggunakan jalur darat selama proses pemadaman berlangsung.
Kondisi itu menyebabkan upaya pengendalian kebakaran membutuhkan dukungan peralatan udara agar penanganan lebih efektif dan cepat. Sebagai langkah percepatan penanganan, petugas mengerahkan helikopter serta drone 'water spray' untuk penyisiran titik api.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, menyebut kebakaran sempat membesar pada Rabu siang di kawasan Blok Bantengan. Menjelang malam, intensitas kobaran api mulai menurun meski beberapa titik bara masih ditemukan oleh petugas gabungan.
| Baca juga: Karhutla di Gunung Bromo Belum Padam |
"Sejak mendapat informasi adanya kebakaran pada 3 Agustus 2026 di kawasan atas Watu Gede, kami langsung mengirimkan tim ke lokasi. Dukungan drone water spray sangat membantu proses pemadaman," ucapnya.
Hingga kini, proses pemadaman dan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Petugas juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas agar kebakaran hutan serupa tidak kembali terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....