Kebakaran Hebat Hanguskan Tiga Gudang di Kosambi Tangerang

  • 10 Agt 2026 02:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hebat menghanguskan tiga gudang dikawasan pergudangan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten
  • Amukan si jago merah dapat digunakan usai 12 armada pemadam kebakaran dikerahkan kelokasi

RRI.CO.ID, Tangerang - Kebakaran hebat menghanguskan tiga gudang dikawasan pergudangan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu 9 Agustus 2026. Amukan si jago merah dapat dikendalikan usai 12 armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Gudang yang terbakar meliputi gudang paket pengiriman online, gudang sparepart motor, dan gudang plastik. Api diduga berasal dari korsleting listrik di gudang paket pengiriman online.

Kepala Pos Damkar Kosambi, Husni, mengatakan kobaran api dan asap tebal membubung tinggi dari lokasi kebakaran. Banyaknya bahan material yang mudah terbakar seperti kardus dan plastik membuat api semakin membesar dan merembet ke dua gudang di sebelahnya.

Sejumlah karyawan yang sedang bekerja sempat panik dan berlarian menyelamatkan diri ke luar gudang karena khawatir api semakin membesar. "Kami terjunkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan enam puluh personel diterjunkan ke lokasi kejadian," ujarnya, Sabtu 9 Agustus 2026.

Husni mengatakan api pertama kali muncul dari gudang paket pengiriman online. Kebakaran yang diduga dari korsleting listrik ini terjadi saat jam kerja, sehingga karyawan yang berada di dalam gudang langsung berupaya menyelamatkan diri.

"Pergudangan sentra Kosambi ada tiga gedung untuk asal api informasi dari karyawan. Berawal dari gudang online shop korsleting lustrik," kata dia.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran ini. Kasus kebakaran kini diselidiki oleh Polsek Teluknaga untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik membenarkan. Dia menyatakan petugas Damkar Kabupaten Tangerang masih berada di lokasi kebakaran di kawasan pergudangan daerah Kosambi. Saat ini, petugas sudah bisa menangani api dan dalam proses pendinginan.

"Proses pendinginan. Semua dapat dikendalikan, namun khawatir api busa hisup kembali karena bahan meterial yang mudah terbakar," ucapnya.

Menurutnya, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. "Info dari anggota tidak ada korban," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....