IMIP Dukung Penanaman Sejuta Mangrove di 37 Provinsi

  • 08 Agt 2026 01:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menanam lebih dari satu juta bibit mangrove di 37 provinsi sebagai upaya strategis memperkuat dekarbonisasi nasional dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
  • Penanaman mangrove juga bertujuan untuk memulihkan dan melindungi ekosistem pesisir yang menjadi habitat penting bagi biodiversitas laut dan masyarakat nelayan.
  • PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) secara aktif mendukung gerakan tersebut melalui program rehabilitasi mangrove yang terintegrasi dengan peta jalan pengurangan emisi perusahaan.

RRI.CO.ID, Denpasar – Penanaman lebih dari satu juta bibit mangrove di 37 provinsi menjadi salah satu langkah memperkuat upaya dekarbonisasi nasional sekaligus memulihkan ekosistem pesisir. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ikut mendukung gerakan tersebut melalui rehabilitasi mangrove yang menjadi bagian dari peta jalan pengurangan emisi perusahaan.

Aksi nasional memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 itu dipusatkan di Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang dan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu 26 Juli 2026. Kegiatan melibatkan kementerian, pemerintah daerah, komunitas, pelajar, dan pelaku usaha.

Direktur Environmental and Sustainability PT IMIP, Dermawati S., mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, mangrove berperan penting menyerap karbon sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

"Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata yang mendukung upaya dekarbonisasi karena kemampuannya menyerap karbon sekaligus menjaga kualitas ekosistem pesisir," ujarnya.

IMIP menyatakan telah menjalankan rehabilitasi mangrove sejak 2023 di sejumlah wilayah. Program itu mencakup pesisir Morowali, Palu, Brebes, hingga Pantai Utara Jawa bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Di Morowali, rehabilitasi dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama tenant kawasan dan masyarakat desa lingkar industri. Perusahaan juga berencana memperluas kegiatan konservasi ke wilayah pesisir Kecamatan Bungku Pesisir.

Program tersebut menjadi bagian dari Road Map Dekarbonisasi PT IMIP yang memuat berbagai upaya pengurangan emisi karbon. Selain rehabilitasi mangrove, perusahaan juga menjalankan konservasi terumbu karang, perlindungan penyu, dan penyelamatan satwa pesisir.

Pada hari yang sama, IMIP bersama mitra juga menanam 2.026 bibit mangrove di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali. Kegiatan melibatkan TNI AL, pemerintah desa, kelompok masyarakat, serta Yayasan IMIP Peduli.

Menurut Dermawati, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam merawat dan menjaga kawasan pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....