Karhutla Meluas, BNPB Tambah Dua Helikopter Water Bombing ke Kalimantan Barat
- 07 Agt 2026 01:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB menambah armada helikopter water bombing dari 3 menjadi 5 unit dalam beberapa hari ke depan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
- Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyatakan penambahan helikopter akan dimulai besok dengan 1 unit tambahan, kemudian 1 unit lagi dua hari kemudian.
- Penambahan armada helikopter merupakan respons cepat untuk menjangkau api-api yang tidak bisa dijangkau oleh satuan tugas darat.
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah armada helikopter water bombing sebagai respon cepat penanganan kebakatan hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Semula sudah tersedia 3 helikopter, selanjutnya akan ditambah dua dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mengungkapkan hal itu dalam rapat koordinasi teknis penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan kabupaten/kota dan jajaran forkopimda se Kalimantan Barat di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Kamis 6 Agustus 2026. "Di Kalimantan Barat semula ada tiga, besok ditambah satu, dua hari lagi ditambah satu jadi lima heli water bombing untuk padamkan api-api yang tidak bisa dijangkau satgas darat,” jelasnya.
“Sudah tidak adanya hujan lebih dari sebulan dan cuaca sangat panas, sebabkan luas lahan terbakar terus bertambah,” kata Suharyanto menambahkan. Kepala BNPB menegaskan segala upaya dilakukan untuk memadamkan api yang membakar lahan di Kalimantan Barat, salah satunya dengan tetap menyiapkan operasi modifikasi cuaca.
“Ada heli patroli yang standby dan pesawat OMC, apabila ada pertumbuhan awan hujan akan bisa langsung bekerja,” ungkapnya. Sedikitnya awan hujan di Kalimantan Barat, sehingga operasi modifikasi cuaca tidak bisa, maka satgas udara fokus ke water bombing.
“Menurut BMKG, cuaca di Kalimantan Barat dalam tiga minggu ke depan akan lebih panas, bahkan tingkat mudah terbakarnya cenderung tinggi,” ucapnya. Terakhir dirinya berharap kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan bergerak padamkan api ketika api masih belum terlalu besar.
“Langkah-langkah yang disepakati, satgas darat gabungan personel TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni,dan relawan, di bawah koordinasi gubernur dan di setiap kabupaten kota lewat bupati untuk lakukan pemadamanan. Kita sepakat jangan sampai menunggu api semakin besar,” ucapnya mengakhiri.
Meningkatnya eskalasi luas lahan yang terbakar per Juni 2026 ini, menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat. Sebagai perbandingan, tahun 2025 wilayah terbakar sebesar 26.703 hektar, namun pada tahun 2026 hingga bulan Juni sudah terbakar mencapai 28.680 hektar atau lebih luas dari total lahan terbakar pada tahun 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....