Cegah Banjir dan Longsor, BNPB Perkuat Tebing Sungai Sigala-gala

  • 04 Agt 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan perbaikan dan penguatan tebing Sungai Sigala-gala di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara
  • Ini sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan longsor susulan
  • Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan penguatan tebing dilakukan melalui penataan jumbo bag serta normalisasi alur sungai

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan perbaikan dan penguatan tebing Sungai Sigala-gala di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Ini sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan longsor susulan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan penguatan tebing dilakukan melalui penataan jumbo bag serta normalisasi alur sungai. "Tim BNPB turun langsung memantau pengerjaan normalisasi dan pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange," kata Abdul Muhari, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, penguatan tebing sungai ditargetkan sepanjang sekitar 400 meter dengan menggunakan sekitar 1.000 jumbo bag. Hingga Selasa (4/8), sebanyak 47 jumbo bag telah terpasang dan dalam waktu dekat BNPB akan mendatangkan tambahan 4.000 jumbo bag dari luar daerah.

Menurut Abdul, perbaikan alur Sungai Sigala-gala bertujuan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat agar dapat beraktivitas dengan lebih aman dari ancaman banjir bandang dan longsor. Terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Kerusakan alur sungai terjadi setelah banjir besar pada akhir 2025 yang membawa material berupa batang pohon tumbang. Ini mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan pada permukiman dan lahan pertanian warga.

"Langkah mitigasi ini diperkuat melalui pembagian peran, dimana Dinas PUPR Tapanuli Tengah menangani normalisasi bagian hulu. Sedangkan Dinas SDA Provinsi Sumut memobilisasi alat berat di hilir sungai," ujarnya.

Abdul menambahkan, proses pekerjaan di lapangan masih menghadapi tantangan akibat cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan debit Sungai Sigala-gala kembali meningkat dan mengikis tebing sungai yang berada di dekat permukiman warga.

"Derasnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Silaga-laga kembali meningkat. Sehingga menggerus tebing sungai yang berada dekat dengan permukiman warga," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....