Sinergi Kemendikdasmen dan PERSIS Dukung Pendidikan Terdampak Bencana

  • 06 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Sinergi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Persatuan Islam (PERSIS) terus diperkuat. Kolaborasi tersebut mendukung keberlangsungan pendidikan bagi siswa terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipul Hayat, meresmikan penggunaan Ruang Kelas Darurat (RKD). Fasilitas tersebut berada di SMP Insani Sorkam, Kecamatan Sorkam, Senin, 3 Agustus 2026.

Peresmian turut dihadiri Ketua Umum PP PERSIS Jeje Zainuddin dan Anggota DPD RI Muhammad Nuh. Ruang kelas darurat menjadi solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama masa pemulihan.

Atip mengatakan pemulihan sekolah terdampak bencana menjadi bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah juga berkomitmen memastikan hak setiap anak memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi.

"Ruang kelas darurat ini menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ke depan, fasilitas ini diharapkan berkembang menjadi bangunan sekolah permanen," kata dalam siaran pers, 6 Agustus 2026.

Menurut Atip, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah. Pemerintah juga memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung tanpa mengurangi hak peserta didik.

"Keberlangsungan pendidikan harus tetap terjaga meski menghadapi situasi darurat. Kami juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko bencana," ujarnya.

Ketua Umum PP PERSIS Jeje Zainuddin mengatakan pendidikan menjadi fondasi utama membangun generasi bangsa. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat perlu terus diperkuat.

"Pendidikan merupakan fondasi utama mempersiapkan generasi unggul di masa depan. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik," ujar Jeje.

Ketua PW PERSIS Sumatra Utara Muhammad Nuh mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolah terdampak banjir. Menurutnya, ruang kelas darurat memastikan anak-anak tetap memperoleh hak belajar.

"Kehadiran ruang kelas darurat membuktikan sinergi pemerintah dan masyarakat berjalan baik. Fasilitas ini membantu menjaga keberlangsungan pendidikan bagi siswa terdampak bencana," kata Muhammad Nuh.

Koordinator Tim Pembangunan Ruang Kelas Darurat, Joko Imawan, mengatakan hingga kini telah dibangun tujuh ruang kelas darurat. Sebanyak 18 ruang kelas lainnya sedang dibangun di sejumlah daerah terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....