Apresiasi Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Fahira Sampaikan 5 Rekomendasi

  • 06 Agt 2026 00:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,52 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan II 2026.
  • Fahira menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
  • Fahira menilai struktur pertumbuhan ekonomi Jakarta juga menunjukkan kuatnya peran masyarakat sebagai penggerak utama perekonomian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,52 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan II 2026. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen, sekaligus mencerminkan ketahanan ekonomi Ibu Kota di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Fahira, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Mulai dari warga, pekerja, pelaku UMKM, dunia usaha, investor, hingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Pertumbuhan 5,52 persen adalah kabar positif dan patut kita syukuri. Apresiasi kepada warga, pekerja, UMKM, dunia usaha, investor, dan Pemprov DKI Jakarta. Mereka adalah penggerak utama yang membuat ekonomi Jakarta tetap tangguh di tengah tekanan global," ujar Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.

Fahira menilai struktur pertumbuhan ekonomi Jakarta juga menunjukkan kuatnya peran masyarakat sebagai penggerak utama perekonomian. Konsumsi rumah tangga menyumbang 63,24 persen terhadap perekonomian Jakarta, sementara sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,52 persen.

Adapun sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi Jakarta. Ia menegaskan, capaian tersebut harus dijadikan momentum untuk menjaga stabilitas daerah, memperkuat kepercayaan pelaku usaha, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Fahira menyampaikan lima rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta. Pertama, menjaga keamanan, kenyamanan, dan kepastian kebijakan. Menurutnya, stabilitas sosial, pelayanan publik yang responsif, serta regulasi yang konsisten menjadi fondasi utama bagi aktivitas ekonomi dan investasi.

"Modal utama dunia usaha adalah kepercayaan. Jakarta harus terus dijaga sebagai kota yang aman, nyaman, terbuka, dan memiliki kepastian kebijakan. Stabilitas bukan hanya urusan keamanan, tetapi juga kepastian bahwa kegiatan warga dan dunia usaha dapat berjalan tanpa gangguan," katanya.

Kedua, menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Fahira menilai besarnya kontribusi konsumsi rumah tangga menuntut pemerintah terus memperkuat pengendalian inflasi, menjaga kelancaran distribusi pangan, memperluas pasar murah, serta meningkatkan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Ketiga, memperluas lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan pelatihan vokasi, sertifikasi keterampilan, bursa kerja yang sesuai kebutuhan industri. Serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan pertumbuhan sektor akomodasi, kuliner, perdagangan, ekonomi digital, industri kreatif, dan jasa untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan layak. Sekaligus mempersiapkan tenaga kerja menghadapi transformasi digital, kecerdasan artifisial, dan ekonomi hijau.

Keempat, memperkuat UMKM, pasar rakyat, dan ekonomi kreatif. Fahira mendorong perluasan akses pembiayaan, digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produk, kemudahan perizinan, hingga akses UMKM terhadap pengadaan pemerintah.

"Ekonomi Jakarta jangan hanya tumbuh di kawasan bisnis besar. Pertumbuhan harus terasa di pasar rakyat, warung, sentra kuliner, industri rumahan, dan usaha anak muda. Ekonomi warga yang kuat akan membuat Jakarta lebih tangguh menghadapi tekanan global," ujarnya.

Kelima, mendorong investasi berkualitas dan belanja publik yang produktif. Menurut Fahira, kemudahan berusaha, kepastian tata ruang, infrastruktur terintegrasi, serta transparansi kebijakan harus terus diperkuat agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Ia menambahkan, investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, memperkuat UMKM, serta meningkatkan produktivitas ekonomi. Sementara itu, belanja pemerintah perlu difokuskan pada sektor-sektor yang memberikan efek berganda, seperti transportasi publik, pendidikan, kesehatan, konektivitas, ekonomi digital, dan pembangunan infrastruktur.

"Momentum positif ini harus terus dijaga. Jakarta bukan hanya harus tumbuh lebih tinggi, tetapi juga tumbuh lebih berkualitas, inklusif, dan tahan terhadap tekanan. Iklim investasi harus semakin kondusif, kegiatan ekonomi semakin produktif, dan manfaat pertumbuhan harus semakin nyata dirasakan warga," ucap Fahira.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....