Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga hingga Akhir 2026
- 05 Agt 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus terjaga hingga akhir 2026 didukung capaian dan berbagai program pemerintah.
- Ekonomi nasional Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026 dan mencapai 5,45 persen untuk keseluruhan semester pertama 2026.
- Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi positif di tengah tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, dan perlambatan ekonomi global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung capaian ekonomi pada semester pertama serta berbagai program pemerintah yang akan dilanjutkan pada semester kedua.
Airlangga mengatakan perekonomian Indonesia mampu tumbuh di tengah konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, serta perlambatan ekonomi global. Ia menyatakan, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen pada triwulan II dan mencapai 5,45 persen sepanjang semester pertama 2026.
"Angka 5,29 persen ini angka yang cukup baik, dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh 5,45 persen. Dan tumbuh ini kita menjaga terhadap dijaganya tujuh tahun pertumbuhan di atas 5 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Airlangga mengemukakan capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ASEAN. Ia menyebut Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan 6,1 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
Pulau Jawa tetap menjadi pusat pertumbuhan dengan kontribusi 56,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Airlangga, capaian tersebut menunjukkan rantai pasok nasional masih menjadi penggerak utama perekonomian.
Industri pengolahan memberikan kontribusi 18,5 persen terhadap PDB. Sementara itu, sektor akomodasi serta makan dan minum tumbuh 10,6 persen yang didukung Program MBG, industri perhotelan, dan industri perjalanan.
Ia juga mengungkapkan sektor konstruksi tumbuh 6,68 persen sejalan dengan penguatan sektor perumahan. Pemerintah juga menaikkan plafon Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dari Rp37,5 triliun menjadi Rp50 triliun.
Airlangga memaparkan indikator sosial turut menunjukkan perbaikan pada semester pertama 2026. Jumlah penduduk miskin berkurang 430 ribu orang, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen.
Ia menambahkan jumlah penduduk bekerja meningkat 522 ribu orang sehingga mencapai 148,19 juta orang. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang.
Dari sisi investasi, Airlangga menjelaskan realisasi investasi semester pertama 2026 tumbuh 7,2 persen menjadi Rp1.010,6 triliun. Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun.
Airlangga mengungkapkan investasi pada semester pertama 2026 menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja tetap meningkat meski di tengah berbagai isu maupun kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pada semester kedua 2026, pemerintah akan melanjutkan berbagai program untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Program tersebut meliputi bantuan pangan, pelatihan vokasi, program magang, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan investasi.
"Dengan semester satu yang solid, pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga tahun 2026. Dan tentunya pemerintah terus waspada terhadap gejolak yang muncul di geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional," ucap Airlangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....