BAZNAS RI dan Kemensos Perkuat Sinergi Pemberdayaan Wujudkan Indonesia Emas

  • 05 Agt 2026 11:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera. Kolaborasi
  • Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045.
  • Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat mengatakan BAZNAS memiliki sejumlah program beasiswa, termasuk Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), yang memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Pertemuan dihadiri Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Ricco.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari pemberian beasiswa bagi lulusan Sekolah Rakyat hingga penyediaan talent pool dan inkubasi karier. Program tersebut akan diperkuat melalui pengembangan soft skill, digital skill, serta fasilitasi berdasarkan hasil pemetaan minat dan bakat peserta didik.

Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat mengatakan BAZNAS memiliki sejumlah program beasiswa, termasuk Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), yang memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penyelesaian skripsi bagi mahasiswa semester lima hingga delapan yang terancam putus kuliah karena keterbatasan ekonomi.

"Program tersebut juga memungkinkan untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat yang berkesempatan melanjutkan ke pendidikan tinggi," ujar Imdadun.

Ia menambahkan, BAZNAS juga siap bersinergi dalam program pemberdayaan lulusan Sekolah Rakyat agar memiliki keterampilan, akses terhadap dunia kerja, serta mampu mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, pendidikan dan pemberdayaan harus berjalan beriringan untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Ricco, berharap kolaborasi antara Kemensos dan BAZNAS dapat terus diperkuat. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa, tetapi juga pendampingan bagi anak dan keluarga agar pendidikan dapat diselesaikan hingga tuntas.

"Kolaborasi nanti diharapkan tidak hanya sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga memberikan pendampingan, baik kepada anak maupun orang tua, supaya anak-anak ini nanti bisa lulus dengan tuntas," kata Robben.

Robben menambahkan, sinergi tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan program link and match dengan jaringan dunia kerja BAZNAS serta pendampingan berkelanjutan melalui Alumni Development Program. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga prasejahtera.

"Peluang kerja sama inilah yang ingin kami mohonkan kepada BAZNAS agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak hanya naik kelas secara akademik, tetapi juga naik kelas secara ekonomi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....