BAZNAS dan Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi

  • 10 Sep 2026 06:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026.
  • Program ini tersedia di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi bagi mahasiswa aktif program D4 dan S1.
  • Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan pemerataan pendidikan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026. Program ini tersedia di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi bagi mahasiswa aktif program D4 dan S1.

Dari 246 perguruan tinggi tersebut, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.

Peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi kedua pihak untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan pemerataan pendidikan. Menurutnya, program tersebut juga menjadi upaya memperluas kesempatan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

“Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sodik.

Sodik mengatakan pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap penyaluran zakat untuk sektor pendidikan.

“Untuk pendidikan kami alokasi sebesar 27 persen. Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses dan meningkatkan kualitas serta kapasitas mahasiswa,” ujar Sodik.

Menurut Sodik, BAZNAS juga ingin memastikan para penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan. Karena itu, Beasiswa Cendekia BAZNAS diarahkan menjadi gerakan bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menilai pendidikan merupakan investasi terbaik bagi sebuah bangsa.

“Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan,” ujar Brian.

Brian berharap sinergi pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kondisi sosial dan kesejahteraan keluarganya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan menjadi salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa. Pada 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang.

Idy menyebut potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi diproyeksikan mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun. Menurutnya, potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk memperkuat dukungan pendidikan sekaligus membangun ekosistem zakat di lingkungan kampus.

Hingga kini, Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri telah memiliki 8.672 peserta, sedangkan Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly mencapai 2.529 peserta. Program tersebut terus dikembangkan untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial,” ujar Idy.

Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa mulai semester lima dengan prioritas bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Program tersebut juga mencakup bidang Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE), serta menyasar mahasiswa berprestasi, aktivis, dan penyandang disabilitas.

Bantuan pendidikan berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) diberikan hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan tersebut diberikan selama empat semester.

Selain subsidi UKT, penerima juga memperoleh bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa. BAZNAS turut memberikan pembinaan dan pengembangan diri serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Jadwal Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026

Pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dibuka melalui laman resmi BAZNAS pada 9-27 September 2026. Berikut tahapan seleksi yang perlu diperhatikan calon peserta:

  • Pendaftaran: 9-27 September 2026
  • Seleksi administrasi kampus: 28 September-4 Oktober 2026
  • Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026
  • Wawancara tim seleksi kampus: 5-18 Oktober 2026
  • Masa sanggah: 19-25 Oktober 2026
  • Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026

Turut hadir dalam peluncuran tersebut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat KH Muhammad Cholil Nafis, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Dr. H. Imdadun Rahmat, serta para pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendiktisaintek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....