Keluarga Damkar yang Gugur di Kramat Jati Terima Santunan dari Taspen

  • 04 Agt 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keluarga petugas damkar yang gugur saat bertugas di Jakarta Timur, Andriyono. menerima santunan Rp344,16 juta dari PT Taspen.
  • Pemprov DKI Jakarta juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Andriyono dari golongan 3A menjadi 3B sebagai penghargaan atas pengabdiannya.
  • Andriyono meninggal usai mengeluhkan nyeri dada saat membantu operasi pemadaman kebakaran dan sempat mendapat penanganan medis di lokasi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga almarhum Andriyono, Kepala Regu Pemadam Kebakaran Sektor Cipayung, Jakarta Timur, menerima santunan dari PT Taspen sebesar Rp344.161.500. Ayah tiga anak itu gugur saat bertugas memadamkan kebakaran di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kramat Jati.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan ini merupakan penghargaan atas dedikasi almarhum selama mengabdi sebagai aparatur sipil negara. Selain santunan, Andriyono juga memperoleh kenaikan pangkat luar biasa dari golongan 3A menjadi 3B.

Menurut Uus, pihaknya mengapresiasi pengabdian almarhum selama bertugas melayani masyarakat. Diharapkan penghargaan itu menjadi penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengorbanan Andriyono selama menjalankan tugas kemanusiaan.

"Santunan dari Taspen sebesar Rp344.161.500 telah diberikan kepada keluarga almarhum beserta kenaikan pangkat luar biasa," ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026. Uus menegaskan penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa Andriyono selama mengabdi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Santunan dari PT Taspen diterima langsung oleh istri dan putri almarhum pada penyerahan yang berlangsung di Jakarta Pusat. Pemprov DKI memastikan seluruh hak keluarga korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku bagi aparatur sipil negara.

Uus juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan atas wafatnya Andriyono ketika menjalankan tugas negara. Dia berharap keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan ketenangan menghadapi musibah yang meninggalkan duka mendalam bagi seluruh anggota keluarga.

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan memastikan hak-hak almarhum dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. Uus juga mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik serta keluarga diberikan ketabahan menghadapi kehilangan tersebut dengan penuh keikhlasan.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Bayu Megantara, menyampaikan kronologi kejadian saat proses pemadaman. Saat itu, 10 unit mobil pemadam dan 50 personel dikerahkan setelah laporan kebakaran diterima pada Senin, 3 Agustus 2026.

Pada operasi tersebut, Andriyono bertugas mencari sumber air dan menyambungkan selang sebagai dukungan utama proses pemadaman kebakaran. Sewaktu menjalankan tugas, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri dada sehingga rekan kerja segera meminta bantuan tenaga medis di lokasi.

Setelah mendapatkan pertolongan awal, Andriyono dievakuasi menuju Rumah Sakit Harapan Bunda sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Pihak Disgulkarmat menyebut almarhum memiliki riwayat penyakit jantung, tetapi tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi hingga akhir pengabdiannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....