Damkar Gugur saat Bertugas di TPS Liar Kramat Jati, Istri Kenang Pesan Terakhir
- 04 Agt 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Linda mengenang pesan terakhir suaminya, petugas damkar Andriyono, yang melarangnya bekerja sebelum berangkat memadamkan kebakaran di TPS liar Kramat Jati.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kebakaran di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kramat Jati, Jakarta Timur, menyebabkan gugurnya petugas pemadam kebakaran bernama Andriyono. Sang istri, Linda, mengenang percakapan terakhir dengan suaminya beberapa jam sebelum bertugas memadamkan kobaran api tersebut.
Pagi hari sebelum berangkat bekerja, Andriyono dengan tegas meminta Linda berada di rumah seharian bersama ketiga anak mereka. Hal ini membuat sang istri merasa pesan dari suaminya tersebut seperti tidak biasanya.
Linda mengaku tidak memahami alasan suaminya yang melarang dirinya bekerja pada hari itu, Sabtu 1 Agustus 2026. Padahal, menurut dia, keputusannya untuk bekerja diambil untuk memperoleh tambahan penghasilan demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
“Saat itu dia bilang ‘jangan berangkat kerja, Neng’,” ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026. “Namun, saya memutuskan tetap berangkat karena memikirkan kebutuhan anak-anak kami.”
Linda mengaku baru menyadari makna perkataan suaminya setelah keluarganya datang membawa kabar duka beberapa jam kemudian. Menurut dia, menjelang siang dirinya menerima telepon dari putra sulungnya yang meminta keberadaan dokumen penting milik sang ayah.
Awalnya Linda mengira suaminya hanya mengalami kecelakaan ringan, sehingga masih dapat menjalani perawatan biasa di rumah sakit. Putranya kemudian memberi tahu bahwa Andriyono sedang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur.
Mendengar kabar tersebut, Linda segera meninggalkan pekerjaannya untuk menuju rumah sakit secepat mungkin bersama anak-anak lainnya. “Saya tanya kenapa, anak saya jawab abi masuk Rumah Sakit Harapan Bunda, saat itu saya langsung panik,” katanya.
Linda mengaku tidak pernah membayangkan panggilan itu menjadi awal kabar paling menyedihkan dalam kehidupan keluarganya. Di tengah perjalanan, dia kembali menerima panggilan video dari rekan kerja suaminya yang meminta dirinya segera tiba.
Namun, tidak seorang pun menyampaikan bahwa Andriyono telah meninggal dunia karena khawatir kondisi Linda saat perjalanan menuju lokasi. Sesampainya di rumah sakit, dia mendapati suaminya sudah terbungkus kain kafan dan dinyatakan meninggal dunia.
Pemandangan tersebut menjadi momen paling berat yang harus diterimanya bersama ketiga anak mereka dalam waktu bersamaan. Linda juga mengenang pesan suaminya yang beberapa kali disampaikan selama dua bulan terakhir sebelum insiden kebakaran tersebut.
Yaitu agar Linda tidak menikah lagi apabila dirinya meninggal lebih dahulu dan tetap menjaga anak-anak mereka dengan baik. “Kalau saya enggak ada, jangan nikah lagi ya, jaga anak-anak,” ucapnya menirukan pesan almarhum Andriyono.
Saat itu Linda menganggap ucapan tersebut hanya gurauan, sehingga tidak pernah memikirkan kemungkinan terburuk akan benar-benar terjadi. Kepergian Andriyono meninggalkan luka mendalam bagi Linda dan ketiga anaknya yang kini harus menjalani kehidupan tanpa sosok ayah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyampaikan lokasi kebakaran merupakan TPS liar. Ini karena tempat tersebut kerap digunakan membuang sampah secara ilegal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengangkutan sampah secara bertahap sebagai bagian penanganan pascakebakaran di kawasan tersebut. Menurut Marulina, proses pembersihan dilakukan untuk mengurangi potensi kebakaran serupa sekaligus menata kembali lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....