UNJ Perkuat Kapasitas Orang Tua melalui Program 'Positive Parenting'
- 03 Agt 2026 05:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter, kemampuan belajar, dan kesehatan mental anak. Berangkat dari pemahaman tersebut, dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) bersama Kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur, menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat.
Program itu bertajuk "Program Pemberdayaan Orang Tua sebagai Agen Pengasuhan Positif bagi Anak Usia Sekolah di Masyarakat Prasejahtera". Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli 2026 di BKB PAUD Mekar Jaya, Kelurahan Pulogebang.
Acara ini diikuti para orang tua dari keluarga prasejahtera. Giat ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengasuhan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Program tersebut dipimpin oleh Salsabila Mayang Sari, Psikolog, bersama tim dosen Fakultas Psikologi UNJ yang terdiri atas Ernawati, Psikolog, dan Deasyanti, Psikolog. Melalui pendekatan psikologi pendidikan dan psikologi klinis anak, peserta memperoleh pemahaman mengenai materi penting.
Selama kegiatan, para peserta tidak hanya menerima materi mengenai konsep positive parenting. Tetapi juga diajak berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak di rumah.
Pendekatan ini memberikan ruang bagi orang tua untuk berbagi pengalaman sekaligus memperoleh solusi. Di mana kemudian dapat diterapkan sesuai kondisi keluarga masing-masing.
Ketua Tim pelaksana, Salsabila Mayang Sari, menjelaskan penguatan kapasitas orang tua merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan anak di sekolah tidak dapat dilepaskan dari suasana pengasuhan yang tercipta di lingkungan keluarga.
"Orang tua merupakan lingkungan belajar pertama bagi anak, ketika rumah menjadi tempat yang aman, hangat, dan penuh dukungan, anak akan lebih siap belajar. Apalagi berkembang, dan beradaptasi di sekolah maupun di lingkungan sosialnya," ujar Mayang.
Sementara itu, Deasyanti menekankan bahwa informasi mengenai pola pengasuhan yang beredar di media digital perlu disikapi secara kritis. Menurutnya, tidak semua pendekatan dapat diterapkan secara sama pada setiap keluarga karena masing-masing memiliki latar belakang, kondisi ekonomi, dan dinamika berbeda.
"Beragam gaya pengasuhan yang berkembang di media perlu dipilah dan disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga. Tidak ada satu pendekatan yang dapat diterapkan secara seragam karena setiap rumah tangga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda," katanya.
Pada sesi berikutnya, Ernawati memandu praktik positive parenting yang berfokus pada keterampilan pengasuhan sehari-hari. Peserta mempraktikkan cara mengenali emosi diri sebelum merespons perilaku anak, mengatur pernapasan.
Ini dilakukan untuk mengendalikan emosi, mendengarkan anak secara aktif, menetapkan batasan yang konsisten. Serta membangun komunikasi yang hangat dalam situasi yang kerap dijumpai di lingkungan keluarga.
Sekretaris Kelurahan Pulogebang, Oknata Alvia Harmuniastin, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama Fakultas Psikologi UNJ. Menurutnya, peningkatan kapasitas orang tua merupakan kebutuhan nyata yang dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas kehidupan keluarga di masyarakat.
"Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan bekal yang sangat dibutuhkan oleh para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Penguatan keluarga merupakan investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia di Kelurahan Pulogebang," ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Psikologi UNJ kembali menegaskan komitmennya menghadirkan ilmu psikologi yang tidak hanya berkembang di ruang akademik. Tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Adapula SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Yakni melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....