Gubernur DKI Investasi Sentra Ketahanan Pangan, Ini Respons Andra Soni
- 31 Jul 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Proyek dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun itu dijadwalkan mulai dibangun pada November 2026.
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai merealisasikan pembangunan sentra ketahanan pangan di kawasan Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai merealisasikan pembangunan sentra ketahanan pangan di kawasan Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.
Proyek dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun itu dijadwalkan mulai dibangun pada November 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan pembangunan kawasan tersebut akan segera dimulai sesuai jadwal yang telah disiapkan. "Tempat ini segera akan dibangun kurang lebih mulai bulan November dengan total investasi hampir Rp1 triliun," ujarnya, Jumat 31 Juli 2026.
Pramono menjelaskan pendanaan proyek tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta. "Tentunya dananya adalah Dharma Jaya sendiri, sedangkan untuk KPKP dan LH, dananya adalah dari SP3L (Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan, Red) dan KLB (Koefisien Lantai Bangunan, Red)," kata dia.
Menurut dia, penggunaan skema pendanaan tersebut memungkinkan proyek dipercepat tanpa harus menunggu pengesahan APBD baru. "Karena menjadi prioritas, sehingga dengan demikian untuk SP3L maupun KLB yang kita bisa collect dananya tidak semuanya untuk membangun di dalam Pemerintah Jakarta, termasuk di tempat ini," ucap Pramono.
Diapun yakin akan memberikan dampak manfaat yang sangat positif bagi Jakarta dan Banten. Lahan yang akan dikembangkan memiliki luas hampir 100 hektare.
Dari total tersebut, lanjutnya, sekitar 40 hektare akan dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sedangkan 20 hektare dikelola Perumda Dharma Jaya. Sebagian lahan lainnya diserahkan Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk dijadikan lokasi lembaga pemasyarakatan.
Pramono mengaku kawasan itu akan dikembangkan menjadi sentra peternakan sapi, ayam, perikanan, hingga lahan pertanian untuk komoditas jagung dan padi. Sementara itu, pengembangan area yang berada di bawah pengelolaan DLH, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) serta Badan Aset ditargetkan mulai dikerjakan paling lambat awal September.
Dalam pengembangannya, kawasan sentra ketahanan pangan tersebut juga akan memanfaatkan pupuk dan pakan yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Jakarta.
"Pupuk hasil dari TPS3R yang ada di Jakarta yang kemarin teman-teman juga ikut melihat salah satunya yang ada di Menteng Atas Itu akan kita manfaatkan," kata Pramono
Sedangkan Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan wilayah Banten dan Jakarta itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling membutuhkan. Bahkan warga Banten juga banyak yang bekerja di Jakarta, sementara tinggalnya di Banten dan sebaliknya.
Terkait rencana pengoptimalan lahan milik aset Pemprov DKI Jakarta untuk penguatan ketahanan pangan, Andra Soni mengaku sebelumnya sudah menyampaikan hal itu kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Bahkan saat itu beliau belum mengetahui jika DKI Jakarta mempunyai aset lahan di Tangerang.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat ini, Andra Soni meyakini rencana yang akan kita lakukan ini mempunyai dampak positif. Baik bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat Banten secara umum, termasuk masyarakat DKI Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....