Cegah Perundungan di Lingkungan Sekolah, Disdik Jabar Gencarkan Pendidikan HAM
- 31 Jul 2026 11:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perlunya pendidikan dan pemahaman HAM sejak dini bagi para pelajar di Jabar sebagai upaya mencegah praktik perundungan dan diskiriminasi.
- Beberapa persoalan sosial salah satunya diakibatkan rendahnya tingkat pemahaman HAM.
RRI.CO.ID, Kota Bandung- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) terus berupaya mencegah praktik diskriminasi dan perundungan di lingkungan sekolah. Berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan menggencarkan pendidikan dan pemahaman tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
Baru-baru ini Pemprov Jabar bersama Kementerian HAM menggelar pendidikan dan pemahaman tentang HAM yang diikuti para pelajar di Jabar. Kegiatan tersebut bertajuk Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026 yang digelar di Kantor Disdik Jabar, Rabu, 29 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto, menegaskan, penguatan pemahaman HAM perlu ditanamkan sejak dini. Sehingga peserta didik mampu menghargai hak setiap orang serta mencegah lahirnya perundungan, diskriminasi maupun tindakan yang merugikan orang lain.
Menurutnya, pemahaman HAM perlu dimiliki seluruh peserta didik di Jawa Barat. Sehingga mereka mengetahui hak yang dimiliki, sekaligus memahami kewajiban menghormati hak orang lain.
Ia mengatakan, rendahnya pemahaman terhadap mengakibatkan munculnya berbagai persoalan sosial. Mulai dari perundungan, diskriminasi hingga tindakan main hakim sendiri.
"Kalau kita ingin diperlakukan dengan baik, orang lain juga mempunyai hak yang sama. Kalau kita tidak mau dirugikan, jangan juga merugikan orang lain," katanya, melalui keteranganya, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia mengatakan, edukasi HAM harus terus diperluas melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan pelajar. Sehingga nilai-nilai HAM semakin mudah dipahami generasi muda.
"Kami berharap anak-anak di seluruh Jawa Barat terus belajar dan menjadi generasi yang mampu menciptakan kehidupan yang damai. Saling menghargai, serta menghormati hak setiap orang," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....